Gempa Kuat M 6,2 Guncang Chugoku Jepang, Layanan Kereta Cepat Shinkansen Dihentikan
Akhmad Baihaqi Arsyad







Pusat gempa terdeteksi berada di wilayah timur Prefektur Shimane. Meski guncangannya tergolong kuat, otoritas memastikan tidak ada potensi tsunami akibat peristiwa ini. Di kawasan tersebut terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Shimane yang dikelola oleh Chugoku Electric Power, berjarak sekitar 32 kilometer dari pusat gempa.
Otoritas Regulasi Nuklir Jepang menegaskan bahwa tidak ditemukan kelainan atau gangguan pada fasilitas nuklir tersebut. Pihak operator saat ini masih melakukan pemeriksaan lanjutan, khususnya pada unit reaktor nomor 2, yang kembali beroperasi sejak Desember 2024 setelah sebelumnya ditutup pascabencana nuklir Fukushima pada Maret 2011.
Menurut laporan resmi, gempa ini tercatat memiliki intensitas seismik di atas level 5 pada skala Jepang (1–7), yang berarti cukup kuat hingga menyulitkan seseorang untuk bergerak tanpa berpegangan pada penyangga.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, West Japan Railway mengumumkan penghentian sementara layanan kereta cepat Shinkansen di jalur antara Shin-Osaka dan Hakata sesaat setelah gempa terjadi.
Jepang sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia, sehingga sistem pemantauan dan respons cepat terus dioptimalkan untuk meminimalkan risiko terhadap keselamatan publik dan infrastruktur penting.
