PBB: Gaza Alami Kelaparan yang Makin Parah usai 50 Hari Israel Blokade Semua Bantuan
Akhmad Baihaqi Arsyad


“Gaza telah menjadi tanah keputusasaan. Kelaparan menyebar dan semakin parah, disengaja dan dibuat oleh manusia,” kata Philippe Lazzarini, kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina UNRWA, di X dikutip dari Arab News.
Setelah 18 bulan perang yang menghancurkan dan blokade Israel terhadap bantuan sejak 2 Maret, PBB telah memperingatkan tentang situasi kemanusiaan yang mengerikan bagi 2,4 juta penduduk wilayah Palestina.
Israel menuduh kelompok militan Palestina mengalihkan bantuan, yang dibantah Hamas. Pimpinan dari 12 organisasi bantuan utama memperingatkan pada hari Kamis lalu bahwa “kelaparan bukan hanya risiko, tetapi kemungkinan besar akan terjadi dengan cepat di hampir semua bagian” wilayah tersebut.
"Anda dapat melihat kecenderungan yang jelas menuju bencana total. Memang benar bahwa saat ini mungkin merupakan situasi kemanusiaan terburuk yang pernah kita lihat sepanjang perang di Gaza," katanya.
Dalam unggahannya di X, Lazzarini mempertanyakan "berapa lama lagi sampai kata-kata kutukan yang hampa akan berubah menjadi tindakan untuk mencabut pengepungan, melanjutkan gencatan senjata, dan menyelamatkan apa pun yang tersisa dari umat manusia?"
Kepala UNRWA mengecam bahwa dua juta orang di Gaza, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, "sedang menjalani hukuman kolektif. Yang terluka, sakit, dan lanjut usia tidak mendapatkan pasokan medis dan perawatan," katanya, bahkan ketika organisasi kemanusiaan seperti UNRWA memiliki ribuan truk yang menunggu dengan pasokan yang berisiko kedaluwarsa.
"Bantuan kemanusiaan digunakan sebagai alat tawar-menawar dan senjata perang. Pengepungan harus dicabut, pasokan harus mengalir masuk, para sandera harus dibebaskan, gencatan senjata harus dilanjutkan," katanya.
