Jelang Puncak Haji 2024, Arab Saudi Pulangkan 325 Ribu Jemaah Tak Terdaftar
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Ibadah haji merupakan rukun Islam ke-5 sehingga membuat jutaan orang berbondong-bondong pergi datang ke Makkah setiap musim haji. Salah persoalan yang dihadapi pemerintah Arab Saudi setiap musim haji tiba yaitu adanya jemaah haji yang tidak terdaftar atau tidak resmi.
Karena itu, persoalan tersebut selalu menjadi perhatian utama kerajaan Arab Saudi. Sementara itu, menjelang puncak haji tahun 2024 ini, pemerintah Arab Saudi sendiri mengaku telah mengeluarkan 325 ribu jemaah yang tidak terdaftar dari Kota Makkah. Puncak haji 2024 akan berlangsung pada pekan depan.
Kantor berita resmi Saudi Press Agency melaporkan, mereka yang ditolak dalam beberapa hari terakhir dari kota suci, rumah bagi Masjidil Haram, termasuk 153.998 orang asing yang melakukan perjalanan dari luar negeri dengan visa turis dan bukan visa haji yang diwajibkan.
“Pihak berwenang Saudi juga menangkap 171.587 orang lainnya yang berbasis di Arab Saudi, namun bukan penduduk Makkah dan tidak memiliki izin haji,” tulis berita itu seperti dikutip Minggu (9/6/2024).
Diketahui, Ibadah haji menjadi sumber prestise bagi pemerintah Arab Saudi. Tahun 2024 saja, ada lebih dari 1,3 juta jemaah terdaftar yang akan menunaikan ibadah haji.
















