Israel Kembali Dihujani Rudal Iran, Ancaman Perang Makin Meluas
Akhmad Baihaqi Arsyad
YERUSALEM, (ERAKINI) - Ketegangan antara Israel dan Iran kembali memuncak setelah militer Israel melaporkan gelombang serangan rudal terbaru pada Jumat (3/4/2026). Sistem pertahanan udara dikerahkan untuk mencegat serangan tersebut, meskipun belum ada laporan resmi terkait korban jiwa.
Namun demikian, dampak kerusakan mulai terlihat. Layanan darurat Israel mengonfirmasi adanya kerusakan pada rumah warga dan kendaraan akibat rudal kluster yang lolos dari pencegatan. Bahkan, sebuah stasiun kereta di Tel Aviv dilaporkan mengalami kerusakan akibat serpihan ledakan.
Di tengah memanasnya situasi, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memicu kontroversi lewat pernyataan keras di platform Truth Social. Ia menyatakan: “Militer AS bahkan belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan selanjutnya, lalu pembangkit listrik!”
Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah klaim penghancuran salah satu jembatan tertinggi di Iran.
Perang ini telah berlangsung lebih dari satu bulan, bermula dari serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran yang kemudian dibalas dengan serangan balasan. Dampaknya kini meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah, bahkan mengguncang ekonomi global.

















