Search

Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain, IRGC: Perlawanan Akan Terus Berlanjut!

TEHERAN, (ERAKINI) – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim sedikitnya 100 tentara Amerika Serikat (AS) terluka dalam serangan rudal dan drone yang menargetkan Pangkalan Udara Al-Udairi di Kuwait.

“Angkatan Laut IRGC melaksanakan operasi kuat dan menentukan terhadap sisa-sisa militer AS di kawasan pada Malam Lailatul Qadar, hari ke-21 bulan suci Ramadan, sebagai bagian dari gelombang ke-38 Operasi True Promise 4, dengan sandi Ya Haydar al-Karrar (AS),” tulis kantor hubungan masyarakat IRGC dalam pernyataan ke-31 Operasi True Promise 4, dikutip dari kantor berita semi-resmi Iran yang berbasis di Teheran, Tasnim, Kamis (12/3/2026).

Menurut pernyataan tersebut, setelah dua serangan rudal simultan ke pangkalan helikopter AS di Al-Udairi, sejumlah besar tentara Amerika mengalami luka-luka. Lebih dari 100 tentara yang terluka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Al-Jaber dan Al-Mubarak di Kuwait.

IRGC juga menyatakan bahwa infrastruktur penting di pangkalan AS di Pelabuhan Mina Salman, Bahrain, yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS, termasuk sistem vital “LEADS”, turut menjadi sasaran rudal dan drone Iran.

Secara bersamaan, sistem rudal Patriot, gudang peralatan militer, serta barak yang menampung pasukan Amerika di pangkalan angkatan laut “Mohammad al-Ahmad” dan “Ali al-Salem” juga dilaporkan terkena serangan keras.

IRGC menegaskan bahwa perlawanan terhadap pasukan Amerika yang mereka sebut sebagai pasukan teroris serta rezim Zionis Israel akan terus berlanjut tanpa henti.

“Kami hanya menginginkan penyerahan total musuh. Perang akan berakhir ketika bayang-bayang perang telah terangkat dari bangsa kami,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Operasi Drone Bidik Intelijen Militer Israel
Sementara itu, Angkatan Darat Iran menyatakan telah melancarkan operasi drone sejak Rabu dini hari terhadap sejumlah target militer Israel, termasuk fasilitas yang terkait dengan intelijen militer Israel.

Militer Iran mengatakan operasi tersebut menargetkan sejumlah lokasi di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Direktorat Intelijen Militer Israel (Aman), Unit 8200, sistem radar Green Pine, serta gedung markas kapal selam di pangkalan angkatan laut Haifa.

Menurut pernyataan tersebut, serangan dimulai sebelum fajar dan masih terus berlangsung. Aman merupakan bagian dari struktur intelijen Israel yang berperan dalam mengidentifikasi target dan mendukung operasi militer. Sementara Unit 8200 bertanggung jawab atas pengumpulan intelijen sinyal, pemantauan komunikasi digital, serta operasi siber ofensif.

Adapun sistem radar Green Pine merupakan elemen penting dalam jaringan pertahanan rudal Israel terhadap rudal Iran. Kerusakan pada sistem ini berpotensi mengurangi kemampuan Israel dalam mencegat serangan rudal yang masuk.

Secara terpisah, surat kabar berbahasa Ibrani Maariv, mengutip laporan media Barat, menyebutkan bahwa kehancuran radar canggih di Yordania telah memberikan pukulan besar bagi AS.

Dalam bagian lain laporannya, surat kabar itu menyebutkan bahwa serangan terhadap sistem pertahanan udara AS di Yordania merupakan pukulan signifikan terhadap kemampuan militer AS serta dukungannya terhadap pertahanan Israel dari serangan Iran. Maariv juga menyebut bahwa tindakan Amerika Serikat, termasuk serangan awal bersama Israel, justru memperkuat posisi IRGC.