100 Jemaah Haji Indonesia Meninggal, Mayoritas Lansia
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Sebanyak 100 jemaah haji asal Indonesia dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (30/5/2025). Berdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, lebih dari setengahnya atau 53 persen merupakan lanjut usia (lansia). Sementara sisanya berusia antara 41 hingga 64 tahun.Mayoritas jemaah yang meninggal adalah laki-laki
Sebelumnya, para jemaah yang wafat dilaporkan sempat menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Bandara, Madinah, dan Makkah.
Dari segi asal embarkasi, jumlah tertinggi berasal dari Embarkasi Solo (SOC) dengan 15 jemaah, disusul Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) dan Embarkasi Surabaya (SUB), masing-masing mencatatkan 13 jemaah wafat.
Jemaah Wafat akan Dibadal Hajikan
Bagi jemaah yang meninggal dunia sebelum sempat melaksanakan wukuf di Arafah, pemerintah Indonesia memastikan mereka akan dibadal hajikan. Hal ini disampaikan Kepala Bimbingan Ibadah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Zaenal Muttaqin.
“Bagi jemaah yang telah meninggal sebelum wukuf di Arafah, pemerintah akan memfasilitasi pelaksanaan badal haji,” kata Zaenal dikutip dari laman resmi Kemenag.
Pemerintah Indonesia menyiapkan sebanyak 140 petugas khusus untuk pelaksanaan badal haji tahun ini.
Dimakamkan di Tanah Suci

















