Menhaj RI Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan (tengah) saat wawancara dengan tim Media Center Haji di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026). (Foto: MCH 2026)
MAKKAH, (ERAKINI) - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menilai pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan semakin baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berpuas diri dan akan terus melakukan perbaikan untuk penyelenggaraan haji pada masa mendatang.
Menurut Gus Irfan, pelaksanaan haji tahun ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk para jemaah. Namun, evaluasi dan peningkatan layanan tetap menjadi prioritas Kementerian Haji dan Umrah.
"Tentu kita hari ini diapresiasi teman-teman baik dari Jamaah maupun dari teman-teman yang lain dianggap sebagai perlaksanaan haji yang alhamdulillah semakin baik dibanding tahun sebelumnya tapi tentu kita tidak cukup puas dengan ini," ujar Gus Irfan di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026) malam.
Gus Irfan berharap penyelenggaraan haji pada 2027 dapat berlangsung lebih baik lagi.
"Tahun depan kita berharap akan jauh semakin baik," tuturnya.
Terkait kuota haji tahun depan, Gus Irfan menyatakan hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai penambahan kuota dari Pemerintah Arab Saudi. Menurut dia, informasi yang diterima dari otoritas Saudi masih mengacu pada kuota yang berlaku saat ini.
"Sampai hari ini kita belum berbicara penambahan kuota. Kita kemarin sudah mendapatkan timeline dari proses haji dari Kementerian Saudi dan tidak ada kata penambahan kuota yang hanya ada kata gunakan dasar kuota yang sudah berlangsung. Artinya apa? Kita akan menggunakan dasar 221 ribu yang seperti zaman dengan tahun yang sekarang," kata Gus Irfan.
Cucu pendiri Nahdlatul Ulama ini mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini. Salah satu bentuk apresiasi tersebut ditunjukkan dengan kunjungan Menteri Haji Arab Saudi ke tenda jemaah Indonesia di Mina.
"Indonesia mereka sangat apresiasi. Terbukti mereka, Menteri Haji Arab Saudi datang ke tenda kita di Mina. Ini barangkali belum pernah terjadi," ujarnya.
Menurut Gus Irfan, kunjungan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji.
"Mereka datang ke tenda kita memberikan apresiasinya dengan istilah kami memberi apresiasi pada pemerintah Indonesia khususnya ke Menteri Haji yang telah melakukan lompatan yang luar biasa untuk perlaksanaan haji tahun ini," katanya.
Gus Irfan kemudian menyampaikan rasa syukur atas kerja sama seluruh petugas dan jemaah selama proses penyelenggaraan haji.
"Dan saya bersyukur semua tim serta jemaah hajinya juga bisa bekerjasama dengan sebaik-baiknya," ucapnya.
Sementara itu, terkait pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Gus Irfan mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama di Mina yang memiliki keterbatasan kapasitas.
"Pasti, Armuzna ada beberapa titik. Pertama di Mina. Mina memang dari dulu tempatnya sangat terbatas tapi tentu kita tidak bisa beralasan tempat terbatas," ujarnya.
Tetapi, Gus Irfan mmenegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah.
"Kita ingin semakin lama semakin baik," katanya.
Gus Irfan menuturkan, sempat terjadi beberapa kasus jemaah yang pada awalnya belum mendapatkan tenda di Mina. Namun persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
"Kemarin memang ada beberapa kasus di mana jamaah pada awal tidak sempat mendapatkan tenda tapi setelah kita komunikasikan dengan berbagai pihak ternyata masih bisa mendapatkan tenda walaupun sedikit agak berapa. Maksudnya secara garis besar tidak ada sebuah dinamika yang besar," jelasnya.
Menurut dia, dinamika dalam penyelenggaraan haji yang melibatkan lebih dari 200.000 jemaah merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Namun seluruh persoalan yang muncul dapat ditangani dengan baik.
"Dinamika pasti ada karena kita ini melibatkan 200 ribu orang tapi semuanya bisa kita selesaikan dengan baik, dengan landai. Tidak ada kejolak di sana," kata Gus Irfan.