Kamp Al-Hol Dibongkar, 19.000 Eks Pengungsi Kembali ke Rumah di Irak
Akhmad Baihaqi Arsyad
DUBAI, (ERAKINI) – Pemerintah Irak mengumumkan dimulainya proses penutupan Kamp Al-Hol yang terletak di wilayah timur laut Suriah. Langkah ini disertai dengan pemulangan ribuan warga negara Irak sebagai bagian dari strategi untuk mencegah kawasan tersebut terus dimanfaatkan sebagai lahan penyebaran paham ekstremisme. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita resmi Irak, INA, pada Rabu (28/1/2026).
Kementerian Migrasi dan Pengungsi Irak menyatakan bahwa sekitar 19.000 warga Irak telah dipulangkan dari Kamp Al-Hol ke daerah asal masing-masing dan secara bertahap diintegrasikan kembali ke dalam kehidupan masyarakat. Hingga saat ini, proses kepulangan tersebut dilaporkan berjalan tanpa adanya gangguan atau insiden keamanan.
Wakil Sekretaris Kementerian Migrasi dan Pengungsi, Karim Al-Nouri, menjelaskan bahwa seluruh warga yang kembali telah melalui tahapan pemeriksaan dan verifikasi administratif. Setelah itu, mereka ditempatkan sementara di Pusat Rehabilitasi Komunitas Al-Amal yang berada di kawasan Al-Jada’a, selatan Mosul, sebelum dipulangkan sepenuhnya ke komunitas asal.
Al-Nouri menegaskan bahwa kementeriannya tidak menangani aspek keamanan dalam proses ini. Penanganan kasus yang berkaitan dengan terorisme, menurutnya, menjadi kewenangan lembaga peradilan dan institusi terkait lainnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemindahan militan senior Daesh ke Irak baru-baru ini bukan berasal dari Kamp Al-Hol, melainkan dari fasilitas penahanan yang dikelola oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat.

















