PBB Ingatkan Ancaman Lingkungan Besar Akibat Perang di Timur Tengah
Akhmad Baihaqi Arsyad
NEW YORK, (ERAKINI) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyuarakan kekhawatiran serius terhadap potensi kerusakan lingkungan yang timbul akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Organisasi internasional tersebut menilai serangan terhadap fasilitas minyak dan instalasi pengolahan air dapat memicu dampak besar terhadap kualitas udara, ketersediaan air bersih, serta kondisi lingkungan secara keseluruhan.
Peringatan tersebut disampaikan oleh kantor António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, melalui juru bicaranya Stéphane Dujarric dalam konferensi pers pada Senin.
Dujarric menjelaskan bahwa PBB terus memantau dampak kemanusiaan dari meningkatnya kekerasan di sejumlah wilayah Timur Tengah. Menurutnya, konflik yang semakin meluas telah menyebabkan bertambahnya korban sipil, kerusakan berbagai fasilitas publik, serta meningkatnya jumlah warga yang terpaksa mengungsi.
Selain itu, PBB juga menyoroti laporan mengenai serangan terhadap fasilitas minyak di beberapa negara di kawasan tersebut. Serangan terhadap infrastruktur energi dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dalam skala luas, termasuk pencemaran udara dan gangguan terhadap pasokan air serta sumber pangan.
Peringatan PBB muncul setelah Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan bahwa serangan drone yang diduga dilancarkan dari Iran pada Minggu telah merusak fasilitas desalinasi air di Bahrain. Instalasi tersebut merupakan infrastruktur vital yang berperan penting dalam penyediaan air minum sekaligus mendukung perekonomian negara tersebut.
















