Terdampak Konflik Bersenjata Sudan, KBRI Pulangkan 5 WNI
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Kedutaan Besar RI (KBRI) Khartoum memulangkan lima warga negara Indonesia (WNI) ke tanah air pada Minggu (20/8/2023) menyusul konflik bersenjata yang masih berlangsung di Sudan.
Kelima WNI tersebut, selama masa konflik, ditampung di rumah singgah KBRI Khartoum di Port Sudan. Kelima WNI adalah pekerja migran Indonesia sektor rumah tangga, sebagaimana disebutkan siaran pers KBRI Khartoum yang diterima pada Senin (21/8/2023).
Mereka berlima bekerja dan berdomisili di Khartoum. Awalnya mereka memutuskan untuk tidak ikut proses evakuasi dengan para WNI lainnya ke Indonesia pada April lalu.
"Namun, dengan semakin meluasnya konflik bersenjata yang masih berlangsung hingga saat ini, kelima WNI tersebut meminta bantuan KBRI untuk evakuasi," kata KBRI Khartoum.
Pemerintah Indonesia, sejak konflik bersenjata antara tentara Sudan (SAF) dan milisi Pasukan Dukungan Cepat (RSF) pecah 15 April lalu, telah memulangkan lebih dari 1.000 WNI yang tinggal di Sudan.
Berdasarkan data KBRI Khartoum, terdapat 1.209 WNI yang tinggal di Sudan yang sebagian besar pelajar dan mahasiswa.
Sementara itu, Badan Bantuan Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) mencatat bahwa konflik Sudan telah membuat 20 juta orang mengalami kelaparan akut.
Disebutkan oleh pihak WFP bahwa sejumlah wilayah seperti Khartoum, Kordofan Selatan dan Barat, dan Darfur merupakan wilayah-wilayah yang paling buruk dilanda kelaparan. (ant)
















