Gedung Putih: AS-Iran Siap Bertemu di Oman, Mau Bahas soal Nuklir pada Jumat
Akhmad Baihaqi Arsyad
WASHINGTON, (ERAKINI) - Gedung Putih memastikan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan menggelar pertemuan terkait isu nuklir pada Jumat (6/2/2026) di Oman. Kepastian ini muncul di tengah hubungan kedua negara yang masih memanas, terutama setelah pemerintah Teheran melakukan tindakan represif terhadap gelombang demonstrasi nasional beberapa waktu lalu.
Pernyataan resmi dari pihak AS disampaikan pada Rabu (4/2/2026), sejalan dengan keterangan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang lebih dahulu menyebut Muscat sebagai lokasi pertemuan. Informasi ini sekaligus meluruskan spekulasi sebelumnya yang menyebut Turki sebagai tuan rumah dialog tersebut.
Pengumuman Araghchi muncul setelah beredar sinyal bahwa rencana perundingan sempat mengalami hambatan. Perubahan konsep, format, hingga ruang lingkup pembahasan disebut menjadi faktor utama yang membuat jadwal dan lokasi pembicaraan mengalami revisi.
Sumber regional mengungkapkan bahwa Iran menginginkan format dialog yang berbeda dari usulan awal Turki. Teheran dikabarkan mendorong pertemuan yang lebih terbatas, dengan fokus tunggal pada program nuklir Iran serta hanya melibatkan Iran dan Amerika Serikat, tanpa kehadiran pihak lain. Sumber tersebut enggan disebutkan namanya karena tidak memiliki kewenangan memberikan pernyataan resmi kepada media.
Pemerintahan Presiden Donald Trump akhirnya mengonfirmasi keikutsertaan AS dalam perundingan tingkat tinggi tersebut di Oman. Seorang pejabat Gedung Putih menyebutkan bahwa keputusan ini diambil setelah sejumlah pemimpin negara Arab dan Muslim mendesak Washington agar tetap berada di jalur diplomasi, meskipun meminta penyempitan agenda dan pemindahan lokasi negosiasi.

















