Kondisi Darurat Nasional di Ekuador, angkatan bersenjata dikerahkan. (Foto: tangkapan layar video X)
MEXICO CITY, (ERAKINI) – Gelombang kekerasan terjadi di Ekuador. Geng-geng narkoba tercatat sudah 3 hari bentrok dengan angkatan bersenjata negara itu.
Bentrokan bersenjata sejauh ini telah menyebabkan 11 korban tewas. Pihak berwenang juga melaporkan tindakan kekerasan seperti pembakaran kendaraan, blokade, dan pemboman di sejumlah provinsi.
Noboa berbicara tentang aksi teroris dan peningkatan kekerasan yang dramatis yang telah mengguncang Ekuador, Dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio lokal Radio Canela, pada Rabu (10/1/2024).
"Kami sedang berperang. Kami tidak bisa menyerah kepada para teroris ini. Kami melakukan apa yang diperlukan untuk menghilangkan ketidakamanan. Geng-geng ini berpikir bahwa mereka akan menghancurkan presiden dengan menyerbu siaran televisi dan menyandera pasukan keamanan, tetapi mereka tidak akan berhasil," kata Noboa.
Selain itu, Layanan Nasional untuk Perhatian terhadap Orang yang Dirampas Kebebasannya (badan yang bertanggung jawab atas penjara-penjara di negara tersebut) pada Rabu (10/1/2024) mengumumkan bahwa para narapidana telah menyandera 139 penjaga dan staf lainnya.
Pada Selasa (9/1/2024), Noboa mengumumkan konflik bersenjata internal dan menyatakan 22 kelompok kriminal aktif di negara tersebut sebagai organisasi teroris.
Presiden Noboa kemudian melalui keputusan presiden mengerahkan pasukan untuk memerangi geng kriminal yang meneror penduduk.
Melabeli kelompok tersebut sebagai organisasi teroris, menurut Noboa, memungkinkan pemerintah mengambil berbagai tindakan terhadap mereka.
“Semua kelompok teroris ini adalah sasaran militer, dan jika Anda ingin melawan…beranilah dan lawan militer secara langsung,” ujar dia.
Keputusan tersebut ditandatangani setelah orang-orang bersenjata menyerbu masuk ke stasiun televisi TC Television di Kota Guayaquil selama siaran langsung, menyandera sambil mengacungkan senjata dan granat.
Pada hari yang sama, orang-orang bersenjata mengambil alih fasilitas sebuah universitas di Guayaquil, menodongkan senjata kepada para mahasiswa. Sebanyak 13 tersangka telah ditangkap atas serangan di studio televisi.
Noboa juga mengumumkan langkah-langkah ekstrem seperti pemberlakuan jam malam di Ekuador dan tindakan keras terhadap pejabat kehakiman.
“Kami akan mempertimbangkan hakim dan jaksa yang mendukung para pemimpin kelompok teroris ini sebagai bagian dari kelompok teroris juga,” kata dia saat wawancara radio.
Dikatakan oleh Presiden Noboa bahwa negaranya akan mulai mendeportasi tahanan asing, terutama warga Kolombia, untuk mengurangi populasi penjara, mengingat bahwa tahanan dari Kolombia, Peru, dan Venezuela mewakili 90 persen warga asing yang dipenjara di Ekuador
Menurut presiden, sebanyak 1.500 tahanan asal Kolombia akan dideportasi minggu ini.
Gelombang kekerasan terjadi di Ekuador menyusul kaburnya Jose Adolfo Macias, alias ‘El Fito’, pemimpin ‘Los Choneros’ yang merupakan sebuah organisasi kekerasan yang bertanggung jawab atas perdagangan narkoba di negara tersebut dan diduga merupakan cabang bersenjata Kartel Sinaloa, sindikat kriminal Meksiko.
Macias pada minggu lalu melarikan diri dari selnya di penjara Litoral di Guayaquil bersama dengan narapidana terkenal lainnya. Dia menjalani hukuman 34 tahun penjara sejak 2011 setelah dinyatakan bersalah atas perdagangan narkoba, pembunuhan, dan kejahatan terorganisasi. (ant)