NEW YORK, (ERAKINI) - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menegaskan pentingnya kepatuhan penuh terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang baru saja diumumkan. Ia mengingatkan bahwa momen ini tidak boleh disia-siakan dan harus dijaga oleh seluruh pihak yang terlibat.
Melalui pernyataan resmi yang disampaikan juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres menyambut baik penghentian sementara konflik selama 10 hari tersebut. Ia juga memberikan apresiasi terhadap peran Amerika Serikat dalam memediasi tercapainya kesepakatan tersebut.
“Sekretaris Jenderal menyambut baik pengumuman gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon, dan memuji peran Amerika Serikat dalam memfasilitasinya,” ujar Dujarric. Ia menambahkan bahwa Guterres berharap langkah ini dapat “membuka jalan bagi negosiasi.”
Lebih jauh, Antonio Guterres menekankan bahwa semua pihak harus mematuhi kesepakatan tersebut tanpa pengecualian. Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk aturan kemanusiaan dalam situasi konflik.
Guterres “mendesak semua pihak untuk sepenuhnya menghormati gencatan senjata dan untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, setiap saat,” demikian disampaikan dalam pernyataan tersebut.
Seruan ini tidak hanya ditujukan kepada Israel dan Lebanon sebagai negara yang terlibat langsung, tetapi juga mencakup aktor lain di lapangan, termasuk kelompok bersenjata seperti Hizbullah. PBB berharap kepatuhan kolektif terhadap kesepakatan ini dapat menjadi titik awal menuju stabilitas dan perdamaian yang lebih permanen di kawasan.