Donald Trump Marah dan Kritik Paus Leo usai Dikomentari soal Konflik Iran
Akhmad Baihaqi Arsyad
WASHINGTON, (ERAKINI) - Ketegangan tak hanya terjadi di medan geopolitik, tetapi juga merambah ke ranah moral dan keagamaan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo, menyusul perbedaan pandangan tajam terkait konflik Iran.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyampaikan pernyataan bernada sindiran. Ia meminta agar Paus diberi informasi mengenai situasi di Iran. “Seseorang tolong beri tahu Paus Leo” tentang pembunuhan demonstran oleh Iran, serta menegaskan bahwa “bagi Iran untuk memiliki Bom Nuklir sama sekali tidak dapat diterima.”
Pernyataan tersebut muncul di tengah konflik yang dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke wilayah Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS. Konflik ini telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan warga mengungsi.
Namun, kritik terhadap Trump tidak kalah tajam. Paus Leo sebelumnya mengecam keras kebijakan perang tersebut. Ia menilai tindakan militer tidak sejalan dengan nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
Dalam pernyataannya, Paus menegaskan bahwa Tuhan tidak berpihak pada kekerasan. Ia bahkan menyebut bahwa doa dari pihak yang memicu perang tidak akan diterima, dengan ungkapan bahwa mereka memiliki “tangan penuh darah.”
















