Puncak Haji 2025, PPIH Siapkan 8 Sektor Ad-Hoc dan 10 Pos Pantau
Akhmad Baihaqi Arsyad
MADINAH, (ERAKINI) – Kesiapan operasional jemaah saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terus dimatangkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1446 H/2025 M.
Menurut Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Kabid Linjam) Harun Ar-Rasyid, anggota PPIH Daker Madinah sebagian akan ditempatkan di beberapa tempat di sepanjang rute Jamarat untuk memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia.
"Untuk Daerah Kerja (Daker) Madinah, nanti saat Armuzna berada di bawah komando Satuan Operasional (Satop) Mina," kata Harun saat berada di Madinah, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Rabu (21/5/2025).
"Saya kira sangat penting membentuk struktur operasional yang solid di wilayah Mina untuk mendukung layanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia. Kita bentuk di Mina, ada 8 Sektor Ad-Hoc dan 10 Pos Pantau yang tersebar di sepanjang rute Jamarat,” sambung Harun.
Untuk menjawab kebutuhan penanganan cepat dalam situasi darurat, lanjut dia, dibentuk pula lima titik Mobile Crisis Rescue (MCR) di lantai tiga jalur Jamarat. MCR ini menjadi pos taktis yang memiliki kemampuan mobilisasi tinggi untuk membantu jemaah dalam kondisi krisis.
“Hal ini perlu kita sosialisasikan agar seluruh petugas tidak hanya tahu secara teori, tapi juga praktik di lapangan. Menjelang Armuzna kita akan geladi operasional,” kata Harun.
Dijelaskan oleh Harun bahwa inovasi yang tengah digencarkan adalah penempatan PPIH berbasis syarikah (perusahaan penyedia layanan haji). Menurutnya, sangat penting pemetaan markas syarikah dan jumlah petugas di tiap lokasi untuk memberikan pelayanan kepada jemaah.

















