Iran Tolak Gagasan Trump untuk Bertemu Pemimpin Tertinggi, Mustahil
Akhmad Baihaqi Arsyad
TEHERAN, (ERAKINI) – Pemerintah Iran secara terbuka meredam spekulasi mengenai kemungkinan pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin tertinggi baru Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menilai gagasan itu jauh dari kenyataan politik saat ini.
Sebelumnya, Trump dalam wawancaranya dengan media Amerika menyatakan dirinya tidak menutup kemungkinan bertatap muka dengan pemimpin tertinggi Iran. Ia bahkan mengisyaratkan bahwa pertemuan tersebut bisa saja terjadi di masa mendatang, bergantung pada perkembangan situasi dan hubungan kedua negara.
Namun, Araghchi menanggapi pernyataan itu dengan nada skeptis. Dalam wawancara yang disiarkan stasiun televisi Lebanon, ia menegaskan bahwa pendekatan realistis harus menjadi dasar dalam melihat hubungan Teheran dan Washington. Menurutnya, wacana pertemuan tingkat tinggi tersebut tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Pemimpin tertinggi Iran saat ini, Ayatollah Mojtaba Khamenei, resmi menduduki jabatan tersebut pada Maret lalu setelah wafatnya ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Tokoh senior Iran itu tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi pada akhir Februari, sebuah peristiwa yang mengguncang kawasan Timur Tengah.
Araghchi mengungkapkan bahwa dirinya berada di kompleks yang sama saat serangan tersebut berlangsung. Meski demikian, ia berada di bagian gedung yang berbeda sehingga selamat dari insiden yang merenggut nyawa pemimpin tertinggi saat itu.

















