Attal yang sebelumnya menjabat Menteri Pendidikan negara itu menjadi orang termuda yang menduduki jabatan tertinggi kedua di Prancis. Dia juga menjadi termuda dan pertama di Prancis yang secara terbuka menyatakan dirinya .
"Prancis Mendapatkan Perdana MenteriGay Termuda dan Pertama yang Terbuka," tulis judul berita The New York Times, dikutip, Kamis (11/1/2024).
Attal sebelumnya telah menduduki beberapa posisi penting di pemerintahan sejak Macron terpilih menjadi Presiden Prancis pada tahun 2017. Macron kembali terpilih menjadi Presiden Prancis untuk periode kedua setelah memenangkan Pilpres 2022.
Gabriel Attal menggantikan Élisabeth Borne (62) setelah Presiden Emmanuel Macron melakukan perombakan kabinet. Elisabeth Borne (62) sebelumnya mengundurkan diri Senin malam setelah dua tahun menjabat.
Di Perancis, Perdana Menteri memimpin pemerintahan dan diangkat oleh presiden. Di bawah sistem Prancis, presiden menetapkan kebijakan umum dan Perdana Menteri bertanggung jawab atas pengelolaan pemerintahan sehari-hari.
Melansir APnews, Attal merupakan mantan anggota Partai Sosialis yang baru dibentuk pada tahun 2016. Ia menjadi juru bicara (jubir) pemerintah dari tahun 2020 hingga 2022 saat terjadi Pandemi Covid-19.
Menjadi jubir pemerintah membuatnya terkenal di masyarakat Prancis. Bahkan jajak pendapat Ipsos-Le Point pada Desember 2023 menunjukkan bahwa Attal merupakan politisi paling populer di Prancis, meskipun hanya di angka 40 persen. Popularitas Attal menyaingi Calon Presiden Edouard Philippe. Attal memang dikenal sebagai menteri yang cerdas.
Dia menjadi Menteri Anggaran sebelum diangkat sebagai Menteri Pendidikan, salah satu posisi paling bergengsi di pemerintahan. Attal dikenal sebagai politisi anti-Islam.
Karenanya, begitu menjabat Menteri Pendidikan, Attal langsung mengumumkan larangan pemakaian abaya (gamis) di ruang kelas sekolah-sekolah negeri. Ia menilai pakaian yang sebagian besar dikenakan oleh umat Islam itu menguji sekularisme di sekolah negeri itu.
Kebijakannya itu langsung meningkatkan popularitasnya di kalangan pemilih konservatif, meskipun ia berasal dari sayap kiri.
Attal pantas melarang pemakaian abaya, karena ayahnya, Yves, merupakan keturunan Yahudi Tunisia yang bermigrasi di Perang Dunia II. Dalam profil Le Monde, ia dibesarkan sebagai seorang Kristen Ortodoks oleh ibunya yang berasal dari Rusia.
Dikutip sejumlah media, Athal juga secara terbuka menyatakan dirinya sebagai gay. Ia menyatakan dirinya gay tidak lama setelah bergabung dengan pemerintahan tahun 2018 silam, dan mengumumkan hubungannya dengan seorang politikus bernama Stephane Sejourne.
Bodata dan Perjalanan Karier
Gabriel Attal Lahir pada 1989 di pinggiran Selatan Clamart, Paris. Ayahnya, Yves Attal, merupakan produser film keturunan Tunisia-Yahudi. Sedangkan ibunya, Marie de Couriss, bekerja di industri film dan berasal dari keluarga Kristen Ortodoks.
Attal dibesarkan di Paris bersama dengan tiga adik perempuannya. Ia menempuh pendidikan di École Alsacienne, kemudian lanjut kuliah di Sciences Po.
Attal memperoleh gelar master di bidang hubungan masyarakat (humas). Karier politik Attal diawali pada tahun 2006 dengan bergabung menjadi anggota Partai Sosialis.
Pada waktu itu Attal masih berusia 17 tahun. Pada 2012-2016 bekerja untuk Menteri Kesehatan Prancis yang saat itu bernama Marisol Touraine.
Memasuki tahun 2017 Attal terpilih sebagai anggota Majelis Nasional Prancis. Karier Attal semakin moncer ketika dunia dilanda Pandemi Covid-19, termasuk Prancis. Ia dipercaya menjadi juru bicara pemerintah Prancis selama masa pandemi Covid-19.
Pada Juli 2023 ia diangkat menjadi Menteri Pendidikan, sebelum akhirnya menjabat Perdana Menteri Prancis saat ini.