Search

Otoritas Palestina Sebut 4.397 Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem

LONDON, (ERAKINI) - Otoritas Palestina mengungkapkan bahwa sepanjang Januari, sebanyak 4.397 pemukim Israel dilaporkan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa yang berada di wilayah Yerusalem Timur. Data tersebut disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Yerusalem dan disebut sebagai lonjakan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut otoritas setempat, peningkatan aktivitas tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya sistematis untuk mengubah tatanan yang telah lama berlaku, sekaligus melemahkan kedudukan historis dan hukum Masjid Al-Aqsa sebagai situs suci umat Islam.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa dalam sejumlah kesempatan, para pemukim memasuki area Al-Aqsa dengan pengawalan aparat keamanan Israel, bahkan ada yang didampingi pejabat tinggi pemerintahan, termasuk Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan kanan, Itamar Ben-Gvir.

Selain itu, 7.868 orang lainnya tercatat memperoleh izin masuk ke kompleks Al-Aqsa melalui kategori kunjungan wisata, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA. Aktivitas tersebut dinilai turut memperbesar tekanan terhadap kawasan suci yang sensitif secara politik dan keagamaan.

Pemerintah Provinsi Yerusalem melaporkan bahwa selama kunjungan tersebut, sejumlah pemukim menyebarkan selebaran berisi doa-doa Yahudi, melakukan tarian, serta menjalankan ritual yang dikenal sebagai “sujud penuh”, tindakan yang dinilai melanggar kesepakatan lama terkait penggunaan kawasan Al-Aqsa.

Di sisi lain, Parlemen Israel (Knesset) disebut tengah mendorong kebijakan yang dapat membatasi akses jamaah Muslim ke Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadan, langkah yang memicu kekhawatiran meningkatnya ketegangan.

Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Provinsi Yerusalem menegaskan bahwa seluruh tindakan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap status quo historis dan hukum, serta mencerminkan upaya nyata untuk memaksakan klaim kedaulatan Israel atas Masjid Al-Aqsa.

Tak hanya itu, laporan yang sama mencatat 86 kasus pembongkaran dan perataan bangunan milik warga Palestina di Yerusalem sepanjang Januari. Rinciannya mencakup lima pembongkaran paksa oleh pemilik, 79 penghancuran menggunakan alat berat milik otoritas Israel, serta dua operasi perataan lahan yang menyasar area pertanian warga Palestina.