Pejabat AS Ketar-Ketir Hizbullah Ikut Campur Perang Iran Vs Israel
Akhmad Baihaqi Arsyad
BEIRUT, (ERAKINI) - Seorang pejabat tinggi AS yang mengunjungi ibu kota Lebanon pada hari Kamis (19/6/2025) melarang kelompok bersenjata yang didukung Teheran, Hizbullah, untuk ikut campur dalam perang antara Iran dan Israel.
Ia menyebut bahwa hal itu akan menjadi keputusan yang sangat buruk. Utusan khusus AS untuk Suriah Thomas Barrack, yang juga menjabat sebagai duta besar untuk Turki, bertemu dengan pejabat Lebanon di Beirut saat Iran dan Israel saling serang dalam perang yang telah berlangsung selama berhari-hari dan saat AS terus menekan Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah.
Setelah bertemu dengan Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, sekutu dekat Hizbullah, Barrack ditanya apa yang mungkin terjadi jika Hizbullah ikut serta dalam konflik regional tersebut.
"Saya dapat mengatakan atas nama Presiden (Donald) Trump, yang telah ia sampaikan dengan sangat jelas seperti yang telah disampaikan oleh Utusan Khusus (Steve) Witkoff: itu akan menjadi keputusan yang sangat, sangat, sangat buruk," kata Barrack kepada wartawan. Hizbullah mengutuk serangan terhadap dan menyatakan solidaritas penuh dengan para pemimpinnya.















