Jemaah Haji Kloter 42 Embarkasi Jakarta Gelar Aksi Sosial, Belikan Sandal untuk Jemaah yang Kehilangan
Abdul Rahman Ahdori







Aksi solidaritas ini dipelopori oleh Hj Marliah Nur, seorang jemaah asal Bekasi, yang prihatin melihat sejumlah jemaah lansia berjalan tanpa alas kaki usai menunaikan salat di Masjidil Haram.
"Saya lihat ada ibu-ibu yang jalan sambil mengeluh karena sandalnya hilang. Saya langsung tergerak, kemudian mengajak teman-teman sekamar untuk patungan," ujar Marliah dilansir dari situs Kemenag, Minggu (1/6/2025).
Menurut Marliah, kehilangan sandal merupakan kejadian yang cukup sering dialami jemaah, terutama setelah salat Jumat atau salat Magrib di Masjidil Haram. Banyak jemaah yang lupa meletakkan sandal di kantong, atau tak sengaja meninggalkannya di tempat umum.
"Kami ingin membantu agar mereka tetap nyaman beribadah. Sandal di sini cukup terjangkau, kami belikan sekitar 30 pasang dengan dana iuran dari jemaah satu lantai hotel," tambahnya.
Didukung Ketua Kloter
Ketua Kloter JKG 42, H. Ahmad Yusro, menyambut positif gerakan ini. Ia bahkan mendorong agar aksi serupa bisa menjadi budaya selama di Tanah Suci.
"Saya apresiasi langkah ibu Marliah dan rekan-rekan. Hal seperti ini sederhana tapi sangat berarti. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi mereka," ujar Yusro.
Menurutnya, kebiasaan menaruh sandal sembarangan memang harus dihindari. Ia pun mengimbau jemaah membawa kantong sandal sendiri.
Respon Jemaah Lain
Salah seorang penerima bantuan, Ibu Yati (63), asal Tangerang Selatan, mengaku terharu. Ia sempat bingung dan nyaris berjalan kaki tanpa alas sejauh 700 meter ke hotel sebelum dibantu petugas dan diberikan sandal baru.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saya enggak nyangka ada yang peduli. Semoga Allah membalas kebaikan mereka," ujarnya sambil menitikkan air mata.
Sandal-sandal yang dibelikan dibagikan secara langsung selepas salat isya oleh perwakilan jemaah di halaman hotel. Mereka juga menyelipkan pesan kecil bertuliskan “Titipan kasih dari sesama jemaah – JKG 42”.
