Badai salju kembali mengacaukan perjalanan udara di seluruh wilayah Amerika Serikat (AS). Situs pelacak FlightAware mencatat lebih dari 5.675 penerbangan dibatalkan. Foto: Ilustrasi/nypost
NEW YORK, (ERAKINI) —Badai salju kembali mengacaukan perjalanan udara di seluruh wilayah Amerika Serikat (AS). Situs pelacak FlightAware mencatat lebih dari 5.675 penerbangan dibatalkan, baik penerbangan domestik maupun internasional yang masuk dan keluar dari AS.
Dilansir , Selasa (24/2/2026), sebanyak 98 persen penerbangan dari Bandara LaGuardia New York dibatalkan, sementara 91 persen penerbangan dari Bandara JFK juga dihentikan. Kedua bandara tersebut mencatat sekitar 15 inci (38 cm) salju.
Bandara Internasional Logan Boston membatalkan 92 persen penerbangan keberangkatan pada Senin (23/2) waktu setempat. Angka serupa terjadi di Bandara Newark Liberty, New Jersey (92 persen), sementara Bandara Internasional Philadelphia memangkas 81 persen jadwal penerbangan keluar.
Badai salju besar juga melanda pantai timur AS pada Senin, membawa curah salju pemecah rekor yang memicu gangguan luas bagi jutaan warga serta pembatalan ribuan penerbangan.
Dinas Cuaca Nasional (National Weather Service) melaporkan, sebagian wilayah Rhode Island dan Massachusetts diguyur salju hingga hampir 33 inci (83 cm), sementara Central Park di New York mencatat lebih dari 19 inci salju.
Sebuah lembaga pemerintah negara bagian memperingatkan kondisi perjalanan di New York nyaris “mustahil” dilakukan. Lebih dari 600.000 rumah dan tempat usaha di sepanjang pantai timur mengalami pemadaman listrik, dengan New Jersey dan Massachusetts menjadi wilayah terdampak paling parah.
Peringatan badai musim dingin diberlakukan mulai dari North Carolina hingga Maine bagian utara, bahkan meluas ke sejumlah wilayah Kanada bagian timur.
Menurut National Weather Service, hujan salju diperkirakan terus berlanjut sepanjang Senin. Sejumlah area di sepanjang pesisir timur laut diprediksi menerima total akumulasi salju antara 1 hingga 2 kaki (sekitar 30–61 cm) hingga Selasa pagi.
Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah
Rhode Island, negara bagian terkecil di AS, disebut menerima curah salju terbanyak dalam badai kali ini. Media lokal bahkan menyebutnya sebagai badai salju terburuk yang pernah melanda wilayah tersebut.
Providence, ibu kota Rhode Island, mencatat 33 inci salju—memecahkan rekor sebelumnya sebesar 28,6 inci yang terjadi pada Februari 1978.
“Itu benar-benar melampaui rekor sebelumnya. Kami sama terkejutnya dengan semua orang,” ujar Candice Hrencecin, meteorolog dari National Weather Service di Boston, kepada New York Times.
Larangan perjalanan non-esensial diberlakukan di Rhode Island dan negara bagian tetangganya, Connecticut. Gubernur Massachusetts Maura Healey juga menerapkan larangan serupa.
“Saya memberlakukan larangan perjalanan untuk semua aktivitas berkendara non-esensial di Massachusetts bagian tenggara—dan menurunkan batas kecepatan di jalan tol utama menjadi 40 mph (25 km/jam),” ujarnya melalui unggahan daring.
Ia menambahkan bahwa kondisi “whiteout” membuat perjalanan sangat berbahaya. “Jika Anda terjebak, bantuan akan sulit menjangkau Anda. Saya sangat mengimbau semua orang untuk tidak berkendara, di mana pun Anda tinggal.”
Ratusan Ribu Tanpa Listrik
Di Massachusetts, hampir 300.000 pelanggan mengalami pemadaman listrik, termasuk 85 persen pelanggan di Barnstable County yang mencakup seluruh wilayah Cape Cod.
Di New York, larangan perjalanan membuat kota berpenduduk lebih dari 8 juta jiwa itu nyaris lumpuh sebelum akhirnya dicabut pada siang hari waktu setempat.
Sementara itu, di Connecticut dan New Jersey muncul kekhawatiran bahwa pohon dan dahan yang tumbang dapat memperparah kondisi jalan serta memicu pemadaman listrik tambahan.
Di Providence, juru bicara pemerintah kota mengatakan kepada The Providence Journal bahwa lebih dari 300 kendaraan diderek karena menghalangi jalur alat pembersih salju. Namun pada Senin sore, operasi derek dihentikan dan para pengemudi justru membantu warga yang kendaraannya terjebak salju.