Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi. (Foto: Kemlu)
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menegaskan bahwa Indonesia tak ingin melihat eskalasi konflik di , menyusul kobflik terbaru antara dan .
Hal itu disampaikan oleh Menlu Retno usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menlu China Wang Yi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/4/2024).
“Kita tahu, perlu kerja keras semua pihak untuk menghindari terjadinya eskalasi (konflik). Oleh sebab itu, kita gunakan pengaruh kita agar deeskalasi terjadi,” ujar Menlu Retno.
Menlu Retno, dalam menjalankan langkah diplomasinya untuk membantu meredakan ketegangan, mengaku telah berbicara melalui telepon dengan Menlu Hongaria Peter Szijjarto yang disebutnya cukup dekat dengan Israel.
Hal tersebut semakin menegaskan peran Indonesia yang ingin membawa pesan perdamaian, setelah sebelumnya Menlu Retno juga telah berbicara langsung dengan MenluIran, dan sejumlah negara lain yang dianggap berpengaruh untuk meredakan konflik seperti Amerika Serikat, China, dan negara-negara Arab.
“Prinsipnya sama, semua pihak yang saya hubungi sama, bahwa kita tidak ingin melihat adanya eskalasi,” jelas Menlu Retno.
Sebelumnya, Iran pada Sabtu (14/4/2024) telah menembakkan lebih dari 300 pesawat nirawak dan rudal ke arah Israel, sebagai balasan atas serangan Israel terhadap Konsulat Iran di Damaskus yang menewaskan sedikitnya tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada 1 April 2024.
Namun, pihak Israel menyebut hampir seluruh drone dan rudal balistik Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Israel dan sekutunya yakni Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris.
Israel mengaku serangan itu hanya mengenai salah satu pangkalan udara militernya, tetapi tidak menimbulkan kerusakan serius.
Hampir 50 negara mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan Iran terhadap Israel dan menyerukan pihak-pihak di kawasan untuk berupaya mencegah eskalasi konflik menyusul perseteruan terbaru itu.
Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh perwakilan tetap PBB dari Albania, Argentina, Australia, Austria, Belgia, Inggris, Bulgaria, Kanada, Kroasia, Denmark, Ekuador, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Irlandia, Israel, Italia, Jepang, Latvia, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Mikronesia, Palau, Papua Nugini, Polandia, Portugal, Korea Selatan, Romania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Ukraina, dan Amerika Serikat.
“Kami mencatat bahwa peningkatan serangan Iran adalah yang terbaru dari pola tindakan berbahaya dan destabilisasi yang dilakukan Iran dan mitra militannya yang menimbulkan ancaman besar bagi perdamaian dan keamanan internasional,” kata negara-negara itu, dalam pernyataan bersama yang dirilis Rabu (17/4/2024) malam.
Selain itu, AS, Uni Eropa, dan kelompok negara-negara industri G7 juga mengumumkan rencana untuk mempertimbangkan sanksi yang lebih ketat terhadap Iran dengan tujuan mendukung Israel dan saat yang sama membujuk Israel menahan niatnya untuk melakukan pembalasan terhadap Iran.