Search

Kapal Induk AS Mendekati Iran, Teheran Balas dengan Latihan Militer

JAKARTA, (ERAKINI) – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memanas. Presiden AS Donald Trump telah menempatkan armada besar (kapal induk) di dekat Iran. 

Komando Pusat Angkatan Udara AS (US Air Force Central/AFCENT) pada Selasa (27/1) menyatakan akan menggelar latihan kesiapan militer di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM), di tengah ketegangan dengan Iran.

Fox News melaporkan bahwa kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln telah memasuki wilayah CENTCOM di Samudra Hindia. Latihan yang dilaksanakan Angkatan Udara Ke-Sembilan AS (Ninth Air Force/Air Forces Central) berlangsung beberapa hari dan fokus pada pergerakan cepat pesawat dan personel, operasi di lokasi darurat, dukungan logistik minimal, serta komando dan pengendalian terpadu lintas negara.

Tim AFCENT dikerahkan ke beberapa lokasi darurat untuk melatih prosedur penyiapan, peluncuran, dan pemulihan operasi menggunakan paket dukungan yang efisien. Semua kegiatan dilakukan dengan persetujuan negara tuan rumah serta koordinasi dengan otoritas penerbangan sipil dan militer setempat.

Menurut AFCENT, latihan ini bertujuan menunjukkan kehadiran AS yang kredibel, mencegah agresi, mengurangi risiko kesalahpahaman, dan meyakinkan para mitra regional.Pada 22 Januari, Presiden Trump menyatakan kapal-kapal Angkatan Laut AS bergerak menuju Iran sebagai langkah antisipasi.

Sementara itu, pihak berwenang Iran memperingatkan konsekuensi serius jika terjadi serangan militer AS. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln tidak akan memengaruhi tekad Iran untuk membela bangsa”.

Iran juga sedang menggelar latihan militer di dekat Selat Hormuz. Dilansir Al Jazeera, Iran telah mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) terkait aktivitas tembakan langsung di wilayah udara Selat Hormuz, yang berlangsung mulai 27 Januari hingga 29 Januari. 

Wilayah udara dari permukaan hingga 25.000 kaki (7.600 meter) dibatasi dan dinyatakan berbahaya selama latihan. Radius area latihan mencapai 5 mil laut (9 km), lapor kantor berita Anadolu.

Di sisi lain Arab Saudi menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun daratnya digunakan untuk serangan militer ke Iran, menurut kantor berita resmi Saudi.

Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk menegaskan dukungan Riyadh terhadap penyelesaian perselisihan melalui dialog, demi keamanan dan stabilitas kawasan. Kantor presiden Iran menyebut Pezeshkian menghargai dukungan negara-negara Muslim terhadap Teheran.

-