Banjir Bandang Mematikan Terjang Afghanistan, 17 Orang Tewas
Akhmad Baihaqi Arsyad
KABUL, (ERAKINI) - Banjir bandang yang dipicu hujan deras disertai salju awal musim melanda sejumlah wilayah Afghanistan dan menelan korban jiwa. Sedikitnya 17 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 11 orang lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Melansir Arab News Jumat (2/1/2026), di ibu kota Kabul, otoritas setempat menyebutkan bahwa curah hujan tinggi memang mengakhiri masa kekeringan panjang, namun pada saat yang sama memicu bencana hidrometeorologi di berbagai daerah. Informasi ini disampaikan oleh juru bicara Otoritas Manajemen Bencana Nasional Afghanistan pada Kamis.
Menurut Mohammad Yousaf Hammad, kondisi cuaca ekstrem telah mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah tengah, utara, selatan, dan barat Afghanistan. Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur, menewaskan hewan ternak, serta berdampak langsung pada sekitar 1.800 keluarga, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan yang sebelumnya sudah berada dalam kondisi rentan.
Ia menambahkan bahwa pihak berwenang telah mengerahkan tim penilai ke lokasi-lokasi terdampak. Proses pendataan masih berlangsung untuk mengidentifikasi kebutuhan darurat dan langkah penanganan lanjutan.
Afghanistan dikenal sebagai salah satu negara yang sangat rentan terhadap bencana cuaca ekstrem, terutama pascahujan musiman. Kerentanan ini juga dialami oleh negara-negara tetangga seperti Pakistan dan India.
















