Potret Makkah saat pembangunan sejumlah fasilitas (Foto: Reuters via BBC)
JAKARTA, (ERAKINI) - Keinginan Kerajaan Arab Saudi untuk menjadikan Makkah sebagai Kota Modern terus diupayakan. Setelah berhasil membangun sejumlah bangunan yang mewah dan megah untuk kebutuhan pengunjung, kini pemerintah Arab Saudi berencana membangun Bandara Internasional untuk melayani di .
Kepala Royal Commission for Makkah City and the Holy Sites, Saleh Al-Rasheed, mengatakan proyek strategis tersebut telah mendapatkan persetujuan untuk dikembangkan dengan standar global.
“Persetujuan telah diperoleh untuk arah investasi strategis dan ekonomi guna mengembangkan Bandara Makkah dengan standar internasional,” ujar Saleh seperti dikutip erakini, Jumat (3/4/2026).
Bandara tersebut dirancang untuk melayani jutaan jemaahhaji dan umrah dari seluruh dunia yang datang ke Tanah Suci setiap tahun. Pengembangannya melibatkan sektor swasta guna memastikan model investasi yang berkelanjutan tanpa mengganggu operasional bandara di kota sekitar.
Selain itu, pemerintah juga telah menyelesaikan studi kelayakan dan desain awal proyek Makkah Metro yang akan menjadi tulang punggung transportasi di kota suci tersebut.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengalaman jemaah dan masyarakat melalui layanan transportasi yang lebih cepat, aman, dan terintegrasi. Saleh menegaskan, peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas utama dalam pengembangan kota.
“Target kami adalah meningkatkan tingkat kepuasan penduduk dan pengunjung hingga 90,5 persen,” tuturnya.
Program 'Smart Makkah' turut menjadi pilar penting dalam transformasi ini. Teknologi kecerdasan buatan digunakan untuk memantau pergerakan jemaah di Masjidil Haram dan area sekitarnya.
Sistem prediktif juga diterapkan untuk mengelola arus jemaah, termasuk di Jembatan Jamarat, guna mengurangi kepadatan dan meningkatkan keselamatan. Penggunaan teknologi udara serta integrasi dengan aplikasi Balady mendukung pengelolaan kawasan secara real-time.
Di sektor transportasi, modernisasi juga dilakukan pada layanan bus, taksi, dan transportasi terpandu. Layanan 'Makkah Taxi' telah diluncurkan dengan kendaraan modern yang dilengkapi sistem pelacakan dan pembayaran digital, termasuk kendaraan listrik dan hybrid.
Saat ini, jaringan bus Makkah mengoperasikan 400 unit di 12 rute yang melayani lebih dari 430 halte. Sejak beroperasi pada Februari 2022, jumlah pengguna telah mencapai lebih dari 185 juta penumpang dengan 3,8 juta perjalanan.
Pemerintah juga telah menyelesaikan pembangunan sejumlah jalan lingkar utama
yang terhubung langsung dengan Masjidil Haram dan kawasan suci lainnya.
Fasilitas penunjang di sekitar Masjidil Haram terus diperluas, termasuk pembangunan 60 gedung pemeliharaan dan 32 eskalator listrik untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Pengembangan kawasan Arafah dan Mina menjadi fokus lain, dengan pembangunan tenda bertingkat, menara hunian jemaah, serta rumah sakit darurat berkapasitas 200 tempat tidur.
Program keberlanjutan juga dijalankan melalui penanaman 20.000 pohon, pembangunan jalur pejalan kaki teduh, serta sistem pengelolaan air dan limbah yang terintegrasi.