Dituduh Kendalikan Konten Kekerasan hingga Hoax, Pendiri Telegram Ditangkap!
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Telegram dituduh telah mengendalikan penyalahgunaan konten berbau kekerasan, pornograf, terorisme hingga hoax. Pihak kepolisian Prancis kemudian menangkap pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov untuk bertanggung jawab terhadap kasus tersebut.
Dilansir AFP pada Minggu (25/8/2024), miliarder Prancis-Rusia itu ditangkap di Bandara Le Bourget di utara ibu Kota Prancis pada Sabtu malam. Durov tiba di Prancis usai sebelumnya terbang dari Baku, Azerbaijan.
Sementara OFMIN Prancis, sebuah kantor yang bertugas mencegah kekerasan terhadap anak di bawah umur, menyatakan bahwa surat perintah penangkapan untuk Durov. Adapun kasus yang dihadapi yakni dugaan pelanggaran termasuk penipuan, perdagangan narkoba, perundungan siber, kejahatan terorganisasi, dan promosi terorisme, kata salah satu sumber.
Durov dituduh gagal mengambil tindakan untuk mengendalikan penyalahgunaan platformnya untuk kriminal.
Sebelumnya Telegram mengizinkan grup hingga 200.000 anggota, yang menyebabkan tuduhan bahwa hal itu memudahkan penyebaran informasi palsu secara viral, serta bagi pengguna untuk menyebarkan konten neo-Nazi, pedofilia, konspirasi, dan teroris.
















