Pesawat transportasi medis yang membawa pasien anak dan lima penumpang lainnya, jatuh di Philadelphia tak lama setelah lepas landas, Jumat malam waktu. Foto: AP/Matt Rourke
PHILADELPHIA, (ERAKINI) - Kecelakaan pesawat kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Terbaru, sebuah pesawat transportasi medis yang membawa pasien anak dan lima penumpang lainnya, jatuh di Philadelphia tak lama setelah lepas landas, Jumat malam waktu setempat.
Pesawat tersebut meledak dan langsung melalap beberapa rumah di sekitarnya. Kendaraan polisi dan truk pemadam kebakaran langsung berdatangan ke lokasi kejadian.
Sementara petugas tanggap darurat mengatur garis pembatas dan menjauhkan orang-orang dari area tersebut. Sekitar satu jam setelah kejadian, suasana mulai tenang di sekitar area yang ditutup.
Pesawat tersebut jatuh di persimpangan sibuk dekat Roosevelt Mall, sebuah pusat perbelanjaan di lingkungan padat Rhawnhurst. Salah satu saksi merekam video ponsel yang menunjukkan puing-puing berserakan dan asap hitam membumbung ke udara.
Michael Schiavone (37), yang berada di rumahnya di Mayfair, merasakan gempa kecil setelah ledakan keras. "Kami mengira kami sedang diserang sesaat setelah itu," ujarnya, setelah melihat rekaman dari kamera keamanan rumahnya, dikutip dari kantor berita AP, Sabtu (1/2/2025).
Jet Rescue, pemilik pesawat, merupakan perusahaan layanan ambulans udara global yang sebelumnya terlibat dalam pengangkutan pemain baseball David Ortiz yang terluka di Republik Dominika pada tahun 2019, serta mengangkut pasien Covid-19.
Jet Rescue Air Ambulance mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut mengangkut empat awak selain pasien dan penumpang lainnya. Mereka belum dapat memastikan apakah ada korban yang selamat.
“Kami tidak dapat memastikan siapa pun yang selamat,” kata perusahaan yang mengoperasikan pesawat yang jatuh, dalam sebuah pernyataan. “Kekhawatiran kami adalah keluarga pasien, personel kami, keluarga mereka, dan korban lain yang mungkin terluka di lapangan,” tambahnya.
Wali Kota Cherelle Parker pada konferensi pers Jumat malam, menyampaikan bahwa informasi mengenai jumlah korban jiwa masih belum diketahui. Namun, ia mengonfirmasi bahwa beberapa rumah dan kendaraan rusak akibat kecelakaan ini.
Dalam sebuah rekaman kamera bel pintu menangkap momen pesawat jatuh dan meledak saat menyentuh tanah di dekat pusat perbelanjaan dan jalan raya utama.
"Kami mendengar suara gemuruh yang keras dan langsung berbalik melihat gumpalan besar," kata Jim Quinn, pemilik kamera bel pintu.
Kecelakaan itu terjadi kurang dari 3 mil (4,8 km) dari Bandara Northeast Philadelphia, yang lebih banyak melayani jet bisnis dan penerbangan charter.
Pesawat berjenis Learjet 55 hilang dari radar setelah lepas landas pada pukul 18.06 dan mendaki ke ketinggian 1.600 kaki (487 meter). Pesawat itu sedang dalam perjalanan ke Springfield, Missouri. Pesawat itu terdaftar di perusahaan Med Jets, menurut situs pelacakan penerbangan Flight Aware.
Presiden AS Donald Trump menulis di platform media sosial Truth Social mengatakan kejadian ini sangat menyedihkan. “Lebih banyak jiwa tak berdosa yang hilang,” katanya sembari menyebut pemerintah bertanggung jawab atas kejadian ini.
Gubernur Josh Shapiro menyatakan siap memberikan semua sumber daya untuk merespons kecelakaan tersebut. FAA mengonfirmasi bahwa Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) akan memimpin penyelidikan terkait kecelakaan ini.
Kecelakaan ini terjadi hanya dua hari setelah kecelakaan udara paling mematikan di AS dalam satu generasi. Pada Rabu malam, sebuah jet American Airlines yang membawa 60 penumpang bertabrakan dengan helikopter Black Hawk Angkatan Darat AS, di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan, Washington, Rabu (29/1/2025) malam. Tidak ada korban yang selamat dalam kecelakaan tersebut.