PBB: Tingkat Malnutrisi Anak di Gaza Meningkat 2 Kali Lipat
Akhmad Baihaqi Arsyad
GAZA, (ERAKINI) - Tingkat malnutrisi anak-anak di Jalur Gaza meningkat dua kali lipat sejak Israel secara ketat membatasi masuknya makanan pada bulan Maret, ungkap PBB, Selasa (15/7/2025).
Kelaparan telah meningkat di antara lebih dari 2 juta warga Palestina di Gaza sejak Israel membatalkan gencatan senjata pada bulan Maret untuk melanjutkan perang dan melarang semua makanan dan pasokan lainnya memasuki Gaza, dengan alasan hal itu bertujuan untuk menekan Hamas agar membebaskan para sandera. Israel sedikit melonggarkan blokade pada akhir Mei, memungkinkan masuknya sedikit bantuan.
UNRWA, badan PBB utama yang merawat warga Palestina di Gaza, mengatakan telah memeriksa hampir 16.000 anak di bawah usia 5 tahun di kliniknya pada bulan Juni dan menemukan 10,2 persen di antaranya mengalami malnutrisi akut. Sebagai perbandingan, pada bulan Maret, 5,5 persen dari hampir 15.000 anak yang diperiksanya mengalami malnutrisi.
UNICEF, yang melakukan skrining anak-anak secara terpisah dari UNRWA, juga melaporkan peningkatan kasus malnutrisi yang signifikan. UNICEF menyatakan minggu ini bahwa kliniknya telah mendokumentasikan 5.870 kasus malnutrisi pada anak-anak di bulan Juni, peningkatan kasus selama empat bulan berturut-turut dan lebih dari dua kali lipat dari sekitar 2.000 kasus yang didokumentasikan pada bulan Februari.
Para ahli telah memperingatkan kemungkinan kelaparan sejak memperketat blokade yang panjang pada bulan Maret. telah mengizinkan rata-rata 69 truk per hari yang mengangkut pasokan, termasuk makanan, sejak melonggarkan blokade pada bulan Mei, menurut data terbaru dari COGAT, badan militer yang bertugas mengoordinasikan bantuan. Jumlah tersebut jauh di bawah ratusan truk per hari yang menurut dibutuhkan untuk menopang populasi Gaza.
















