Pasukan Israel Terus Bombardir Gaza di Tengah Ketidakpastian Kesepakatan Gencatan Senjata
Akhmad Baihaqi Arsyad







Kritik terhadap rencana Israel untuk mendirikan kamp interniran di Gaza semakin meningkat, dengan pemimpin oposisi Israel Yair Lapid mengatakan bahwa rencana itu akan menjadi "kamp konsentrasi" jika warga Palestina di sana tidak diizinkan pergi.
Delapan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Gaza mengatakan mereka mungkin harus menghentikan operasi mereka di Gaza sepenuhnya "tanpa bahan bakar yang memadai" karena UNRWA mengatakan seorang bayi lainnya meninggal karena kekurangan gizi di Jalur Gaza pada hari Minggu.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu (13/6/2025) bahwa perundingan mengenai konflik Israel di Gaza sedang berlangsung dan ia berharap akan ada kemajuan dalam minggu depan, meskipun negosiasi gencatan senjata di Doha terhenti.
“Gaza — kami sedang berdiskusi dan semoga kami dapat menyelesaikannya dalam minggu depan,” kata Trump, menggemakan komentar optimis serupa yang ia sampaikan pada 4 Juli 2025 lalu.
Sementara itu, tidak ada tanda-tanda terobosan dalam perundingan gencatan senjata setelah 2 hari pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Trump mengatakan ia hampir mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas yang berpotensi mengakhiri perang.
Utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengatakan pada hari Minggu (14/7/2025) bahwa ia berharap pada negosiasi gencatan senjata Gaza. Witkoff mengatakan kepada wartawan di Teterboro, New Jersey, bahwa ia berencana bertemu dengan pejabat senior Qatar di sela-sela final Piala Dunia Antarklub FIFA.
Perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 58.026 orang dan melukai 138.520 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Diperkirakan 1.139 orang tewas di Israel selama serangan 7 Oktober 2023, dan lebih dari 200 orang ditawan.
