Solidaritas Dunia Islam Menguat, Turki Desak Aksi Nyata Selamatkan Gaza dan Tegakkan Kendali Palestina
Akhmad Baihaqi Arsyad







Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, dijadwalkan menyampaikan seruan tersebut dalam pertemuan tingkat tinggi di Istanbul pada Senin, dengan kehadiran para menteri luar negeri dari Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Pakistan, dan Indonesia. Pertemuan ini akan memfokuskan pembahasan pada perkembangan gencatan senjata serta upaya memperkuat bantuan kemanusiaan di Gaza.
Menurut sumber Kementerian Luar Negeri Turki, Fidan akan menekankan pentingnya koordinasi strategis negara-negara Muslim untuk memastikan gencatan senjata tidak hanya sementara, tetapi berkembang menjadi perdamaian jangka panjang dan penghentian kekerasan terhadap warga Palestina.
Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa Fidan akan menyoroti upaya-upaya Israel yang dinilai berusaha mencari pembenaran untuk merusak proses gencatan senjata, sekaligus menyerukan agar komunitas internasional mengambil sikap tegas terhadap tindakan provokatif dan pelanggaran kemanusiaan yang terus terjadi.
Turki menilai bahwa penyaluran bantuan ke Gaza saat ini masih jauh dari mencukupi, sementara Israel belum mematuhi sepenuhnya kewajiban kemanusiaan internasional, terutama terkait akses bantuan dan perlindungan warga sipil.
Hubungan Ankara dan Tel Aviv telah mencapai titik paling rendah sejak dimulainya perang di Gaza. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, berkali-kali mengecam keras operasi militer Israel yang mengakibatkan kehancuran besar dan ribuan korban sipil Palestina. Turki juga memainkan peran penting dalam mendorong Hamas menerima proposal gencatan senjata yang didukung internasional.
Namun, Israel melalui Menteri Luar Negeri Gideon Saar baru-baru ini menolak kemungkinan kehadiran pasukan Turki dalam misi pengawasan gencatan senjata di Gaza, meski rencana tersebut masuk dalam skema internasional untuk mengakhiri konflik.
Turki menegaskan komitmennya bahwa Palestina harus memegang kendali atas wilayahnya sendiri, serta menuntut komunitas global untuk tidak membiarkan penderitaan rakyat Gaza berlanjut akibat kebijakan militer yang tidak manusiawi dan blokade berkepanjangan.
