Harga Minyak Dunia Turun setelah Trump Batalkan Serangan ke Iran
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat (12/6/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan serangan militer terhadap Iran. Langkah Trump ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Harga minyak mentah Brent turun 1,21 dolar AS atau 1,3 persen menjadi 89,17 dolar AS per barel pada pukul 00.42 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 1,23 dolar AS atau 1,4 persen menjadi 86,48 dolar AS per barel.
Penurunan tersebut memperpanjang tren pelemahan yang dimulai sehari sebelumnya. Secara mingguan, Brent tercatat turun 4,2 persen, sedangkan WTI terkoreksi 4,4 persen.
Sentimen positif juga terasa di pasar saham Amerika Serikat. Wall Street ditutup menguat pada Kamis setelah Trump kembali menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran semakin dekat.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,75 persen, sementara Nasdaq Composite melonjak 2,54 persen. "Ini kembali menjadi hari ketika pemerintah menyatakan bahwa perang akan segera berakhir. Itulah yang mendorong pasar bergerak naik," kata mitra Cherry Lane Investments, Rick Meckler, dilansir Al Jazeera.
Menurut Meckler, konflik yang berlangsung dan dampaknya terhadap inflasi, terutama harga energi, masih menjadi faktor utama yang membebani pasar keuangan. "Jika perang benar-benar berakhir, tentu itu akan menjadi kabar yang sangat positif bagi pasar," ujarnya.

















