Gila! Elon Musk Terima Paket Gaji Rp16.699 Triliun dari Tesla, Catat Sejarah Triliuner Pertama di Dunia
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Elon Musk bersiap mencatat menjadi setelah pemegang saham menyetuji Rp16.699 triliun

JAKARTA, (ERAKINI) – Elon Musk bersiap mencatat menjadi setelah pemegang saham menyetuji Rp16.699 triliun

Dikutip dari AP, Elon Musk memenangkan pemungutan suara pemegang saham pada Kamis (7/11/2025) yang akan memberinya paket gaji senilai USD1 triliun atau sekitar Rp16.699 triliun jika berhasil mencapai sejumlah target besar.
Pemungutan suara ini berlangsung setelah berminggu-minggu perdebatan mengenai rekam jejak kepemimpinannya di Tesla, serta layak tidaknya seseorang menerima paket kompensasi sebesar itu yang memicu komentar panas dari investor kecil, dana pensiun raksasa, hingga bahkan pihak Vatikan.
Dalam rapat tahunan di Austin, Texas, lebih dari 75 persen pemegang saham menyetujui paket kompensasi fantastis tersebut jika Musk mampu mencapai sejumlah target kinerja ambisius dalam 10 tahun ke depan.
Dalam acara rapat umum pemegang saham itu, Musk tampil di atas panggung bersama robot penari.
“Apa yang akan kita mulai bukan sekadar bab baru dalam kisah Tesla, tapi sebuah buku baru sepenuhnya. Ini benar-benar akan menjadi kisah luar biasa,” ujar Musk.
“Rapat pemegang saham lain biasanya membosankan, tapi yang ini luar biasa. Lihat saja ini, benar-benar gila,” tambah Musk dengan gaya khasnya.
Kemenangan ini menegaskan bahwa para investor masih menaruh kepercayaan pada Musk, meski Tesla tengah menghadapi penurunan penjualan, laba, dan pangsa pasar. Penjualan Tesla di Eropa bahkan anjlok hingga 50 persen di Jerman bulan lalu.
Namun, banyak investor tetap melihat Musk sebagai sosok visioner yang pernah menyelamatkan Tesla dari kebangkrutan enam tahun lalu dan menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.
Target Ambisius
Untuk mengantongi kompensasi triliunan rupiah tersebut, Musk harus memenuhi sederet target ambisius yang ditetapkan dewan direksi Tesla.
Ia wajib meningkatkan nilai perusahaan hingga enam kali lipat dari posisi saat ini, memproduksi 20 juta mobil listrik dalam satu dekade atau lebih dari dua kali lipat total produksi Tesla sejak berdiri, mengirimkan 1 juta robot humanoid yang disebutnya sebagai “tentara robot” ke pasar global, serta pencapaian laba inti hingga USD400 miliar dalam 10 tahun ke depan.
Agar Musk bisa menerima bayaran itu, nilai saham Tesla juga harus melonjak dari sekitar USD1,5 triliun saat ini menjadi USD2 triliun, lalu terus meningkat hingga USD8,5 triliun.
Menurut Forbes, kekayaan Musk saat ini mencapai USD493 miliar. Jika seluruh target tercapai, ia berpeluang menyalip John D Rockefeller, yang di puncak kejayaannya lebih dari seabad lalu memiliki kekayaan setara USD630 miliar dalam nilai saat ini.
Disebut Teroris Korporasi
Kemenangan Musk bukan tanpa kontroversi. Sejumlah lembaga besar seperti CalPERS, dana pensiun publik terbesar di AS, serta dana kekayaan negara Norwegia menolak paket tersebut.
Dua lembaga pemantau korporasi, Institutional Shareholder Services dan Glass Lewis, juga mengkritik keras kebijakan itu. Musk bahkan melabeli mereka sebagai “teroris korporasi” dalam pertemuan investor belum lama ini.
Pengamat industri otomotif, Sam Abuelsamid dari firma riset Telemetry, menilai kompensasi Musk terlalu berlebihan. “Ia sudah punya ratusan miliar dolar di perusahaan. Mengatakan ia tidak akan bertahan tanpa triliun dolar itu sungguh konyol,” ujarnya.
Fokus ke AI dan Robotika
Meski dikritik, banyak pendukung Musk menilai kompensasi besar itu perlu agar ia tetap fokus mengarahkan Tesla menuju era baru kecerdasan buatan (AI).
Musk berambisi menjadikan Tesla sebagai raksasa AI yang mengoperasikan ratusan ribu mobil otonom tanpa setir, serta robot-robot canggih yang bekerja di kantor, pabrik, dan rumah.
“Babak AI ini butuh satu pemimpin, dan orang itu adalah Musk,” kata analis keuangan Dan Ives dari Wedbush Securities. “Ini kemenangan besar bagi para pemegang saham,” lanjutnya.
Saham Tesla, yang sudah naik 80 persen dalam setahun terakhir, sempat menguat dalam perdagangan setelah jam bursa menyusul hasil pemungutan suara, sebelum akhirnya stabil di level USD445,44.
Musk menyebut bahwa keputusan ini bukan semata soal uang, melainkan tentang memperbesar kepemilikan sahamnya di Tesla menjadi hampir 30 persen agar memiliki kendali lebih besar atas arah perusahaan.
Dalam rapat tahunan itu, pemegang saham juga menyetujui rencana Tesla untuk berinvestasi di salah satu perusahaan milik Musk lainnya, xAI, serta menolak usulan penurunan batas kepemilikan minimum (3 persen) bagi pemegang saham yang ingin menggugat perusahaan.




