Tangkapan layar media sosial yang menyebutkan jutaan umat Islam menyemut melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi (Foto: Instagram/Ajnewshyd)
JAKARTA, (ERAKINI) - Bulan Ramadan diyakini sebagai salah satu waktu paling utama bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah umrah. Suasana spiritual yang lebih khusyuk serta pahala yang dilipatgandakan membuat jutaan Muslim dari berbagai negara berbondong-bondong menuju Masjidil Haram di Makkah.
Di media sosial, viral 11,8 juta umat Islam melaksanakan ibadah umrah di pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah. Dalam tayangan di Instagram, terlihat lautan manusia memadati pelataran masjid suci tersebut. Jemaah mengenakan pakaian ihram serba putih, bergerak serentak melaksanakan tawaf mengelilingi Ka'bah serta rangkaian rukun lainnya.
Melansir gulfgoodnews pada Kamis (26/2/2026), data resmi dari Kementerian Haji dan UmrahArab Saudi menunjukkan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi bulanan, bukan jumlah kunjungan dalam satu hari.
Kebingungan diduga muncul dari sejumlah rekor kunjungan bulanan yang tercatat dalam beberapa waktu terakhir.
"Pada akhir 2025, sebanyak 11,7 juta jemaah tercatat melaksanakan umrah selama bulan Rabiul Akhir (September–Oktober 2025). Sementara itu, pada bulan Rajab (Desember 2025–Januari 2026), kawasan Masjid al-Haram menyambut sekitar 35 juta jemaah secara keseluruhan, dengan hampir 14,9 juta di antaranya menjalankan rangkaian ibadah umrah selama 30 hari," tulis sumber itu.
Dengan demikian, angka 11,8 juta merupakan total kumulatif selama satu bulan penuh, bukan dalam hitungan harian.
Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Saudi Press Agency(SPA), Rabu (26/2/2026), lebih dari 904.000 jemaah tercatat melaksanakan ibadah umrah di Masjidil Haram pada Sabtu (24/2/2026) atau bertepatan dengan hari keempat Ramadan 1447 Hijriah.
Menurut Otoritas Arab Saudi, lonjakan jumlah jemaah ini mencerminkan tingginya antusiasme umat Islam untuk beribadah di awal bulan suci. Otoritas juga menyebutkan arus kedatangan jemaah berasal dari berbagai wilayah di Arab Saudi maupun luar negeri.
Otoritas Umum untuk Perawatan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memastikan seluruh layanan operasional berjalan selama 24 jam guna menjamin kelancaran ibadah.
Sistem layanan terpadu diterapkan untuk mengatur pergerakan jemaah, termasuk pengelolaan jalur tawaf dan sa’i, peningkatan kebersihan serta sterilisasi area, hingga penyediaan layanan bimbingan dan penyuluhan dalam berbagai bahasa.