Menhaj Gus Irfan didampingi anggota Amirulhaj Muhadjir Effendy saat berdialog dengan jemaah haji asal Indonesia di KKHI, Aziziyah, Makkah, Sabtu (24/5/2026) (Foto: MCH 2026).
MAKKAH, (ERAKINI) - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan bersama Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meninjau kesiapan pelayanan kesehatan jemaah haji di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah, Makkah, Sabtu (23/5/2026), menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Dalam peninjauan tersebut, Gus Irfan memastikan pemerintah telah menyiapkan klinik-klinik darurat di sejumlah titik selama fase Armuzna. Selain itu, pemerintah juga memperkuat kerja sama dengan rumah sakit Arab Saudi untuk penanganan jemaah yang membutuhkan rujukan medis lebih lanjut.
“Kami ada klinik-klinik di sana untuk pelayanan darurat, tetapi tetap bekerja sama dengan rumah sakit pemerintah Saudi. Pada kondisi tertentu, jemaah harus segera dirujuk ke rumah sakit di Saudi,” ucapnya.
Menurut Gus Irfan, pemerintah menyiapkan lebih dari 1.200 tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan selama puncak ibadah haji. Setiap kelompok terbang (kloter) didampingi satu dokter dan satu perawat, ditambah ratusan tenaga kesehatan lain yang bersiaga di berbagai titik pelayanan.
“Kami memiliki sekitar 1.200 tenaga kesehatan. Tiap kloter ada satu dokter dan satu perawat, kemudian di BPHI juga ada ratusan tenaga kesehatan. Insya Allah ini akan bisa melayani jemaah kita selama Armuzna,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan, jumlah jemaah yang dirawat maupun wafat pada musim haji tahun ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu disebut dipengaruhi pemeriksaan kesehatan istitha’ah yang lebih ketat sejak di Tanah Air.
“Salah satu alasannya karena pemeriksaan istitha’ah kesehatan di tanah air relatif lebih ketat dibanding tahun sebelumnya. Sehingga hari ini yang dirawat turun drastis, yang meninggal juga turun drastis,” ujarnya.
Terkait skema safari wukuf bagi jemaah lansia dan berisiko tinggi, Gus Irfan mengatakan pemerintah masih terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi agar pelaksanaannya tetap sesuai regulasi.
“Safari wukuf secara resmi memang tidak diperbolehkan oleh otoritas Saudi, tetapi kita akan mencoba mencari kemungkinan-kemungkinan yang tidak melanggar regulasi dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Saudi,” katanya.
Gus Irfan mengungkapkan, kunjungan rombongan Amirulhaj ke KKHI dilakukan untuk memastikan kesiapan tenaga kesehatan dan pelayanan yang telah berjalan selama hampir satu bulan musim haji berlangsung.
“Hari ini kami memang sengaja datang ke KKHI untuk memastikan kesiapan teman-teman kesehatan haji Indonesia, bagaimana pelayanannya selama musim haji yang sudah berlangsung hampir satu bulan ini, dan terutama persiapan untuk Armuzna nanti,” ujar Gus Irfan Yusuf.
Ia mengakui terdapat sejumlah tantangan terkait regulasi kesehatan di Arab Saudi yang cukup ketat dan terus berubah. Meski demikian, tenaga kesehatan Indonesia dinilai tetap mampu menyesuaikan diri tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada jemaah.
“Memang ada beberapa kendala terkait regulasi yang berlaku di sini, tetapi teman-teman berusaha menyesuaikan diri, bagaimana tetap mematuhi regulasi namun tetap bisa memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah kita,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Cak Imin mengapresiasi dedikasi tenaga kesehatan Indonesia yang dinilai tangguh menghadapi dinamika regulasi di Arab Saudi.
“Terima kasih kepada para tenaga kesehatan yang sangat tangguh menghadapi regulasi Pemerintah Saudi yang super ketat dan terus berubah. Teman-teman dokter mampu mengantisipasi dengan kecerdasan dan langkah-langkah yang tepat,” ujar Cak Imin.
Ia menegaskan pemerintah akan terus mengevaluasi pola pelayanan kesehatan haji agar semakin adaptif terhadap regulasi di Arab Saudi, namun tetap mengedepankan pelayanan maksimal bagi jemaah.
“Ke depan, Kementerian Haji akan terus mendapatkan masukan dari para dokter dan tenaga kesehatan di lapangan agar pola pelayanan semakin efektif, efisien, dan memberi manfaat yang lebih besar bagi jemaah,” kata dia.