Seminar Akbar Haji 2025 yang digelar oleh Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi di Hotel Ritz-Carlton Jeddah pada Senin 5 Dzulhijjah 1446 H atau bertepatan 1 Juni 2025. (Foto: PBNU).
JEDDAH, (ERAKINI) - Hajatan besar rutinan berupa Grand Hajj Symposium/Nadwah al-Hajj al-Kubra atau Seminar AkbarHaji 2025 kembali digelar oleh Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi.
Pada seminar tahun ini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf () menjadi satu-satunya pembicara dari Indonesia dan Asia Tenggara.
Seminar Akbar Haji tahun 2025 atau edisi ke-42 ini berlangsung di Hotel Ritz-Carlton Jeddah pada Senin 5 Dzulhijjah 1446 H atau bertepatan 1 Juni 2025. Adapun tema besar dari Seminar Akbar Haji kali ke-49 ini yaitu ‘al-Isthitha'ah fi al-Hajj wa al-Mustajaddat al-Mu'ashirah’ atau ‘Kondisi Berkemampuan dalam Haji dan Problematika Kontemporer’.
Ratusan tokoh penting dari berbagai dunia Islam yang mencakup para ulama, cendikiawan, intelektual, menteri, dan para perwakilan instansi pemerintahan yang mengelola kegiatan haji lainnya hadir di Seminar AkbarHaji 2025.
Menteri Haji dan Umrah Saudi Arabia Taufiq Fauzan al-Rabi'ah membuka seminar ini yang kemudian dilanjutkan dengan pidato sambutan oleh Penasihat Khusus Raja Arab Saudi, YM Pangeran Faishal bin Salman Al Saud.
Kemudian, acara akan dilanjutkan pidato dari Grand Mufti Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Al Syekh dan Sekretaris Jenderal Dewan Ulama Senior Arab Saudi Syekh Fahd bin Sa'ad al-Majid.