Tumbangnya rezim Assad langsung disambut euforia rakyat Suriah. Mereka langsung turun ke jalan untuk merayakan berakhirnya 53 tahun kekuasaan keluarga Assad. Foto: AP
DAMASKUS, (ERAKINI) - Rezim Assad tumbang setelah 53 tahun berkuasa. Presiden Suriah melarikan diri setelah serangan kilat yang menguasai ibu kota Damaskus, Minggu (8/12/2024) .
Partai Sosialis Arab Baath pertama kali berkuasa di Suriah pada 1963 melalui kudeta militer. Pada tahun 1970, Hafez al-Assad, ayah dari Bashar al-Assad, mengambil alih kekuasaan melalui kudeta internal partai dan menjadi presiden sejak 1971. Setelah kematian Hafez al-Assad pada tahun 2000, Bashar al-Assad melanjutkan kepemimpinan rezim Baath.
Tumbangnya rezim Assad langsung disambut euforia rakyat Suriah. Mereka langsung turun ke jalan untuk merayakan berakhirnya 53 tahun kekuasaan keluarga Assad. Dalam video pernyataan sekelompok pria yang ditayangkan televisi Pemerintah Suriah, disebutkan Presiden Assad telah digulingkan, dan semua tahanan telah dibebaskan.
Pria yang membaca pernyataan itu mengatakan kelompok oposisi, yang dikenal sebagai Ruang Operasi untuk Menaklukkan Damaskus, meminta semua pejuang pemberontak dan warga untuk melestarikan institusi “negara bebas Suriah".
Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah kepala pemantau perang oposisi Suriah mengatakan Assad telah meninggalkan negara itu ke lokasi yang dirahasiakan. Assad disebut melarikan diri sebelum pemberontak memasuki ibu kota Damaskus.
Banyak warga ibu kota yang tidak percaya betapa cepatnya Assad kehilangan kendali atas negaranya setelah hampir 14 tahun perang saudara yang menewaskan ratusan ribu orang, dan membuat setengah dari 23 juta penduduk negara itu terpaksa mengungsi.
Kantor berita AP, melaporkan, saat fajar menyingsing di Damaskus, orang-orang berkumpul untuk salat di masjid-masjid dan merayakannya di alun-alun, sambil meneriakkan “Allahu Akbar (Allah Maha Besar).” Orang-orang tersebut juga meneriakkan slogan-slogan anti-Assad dan membunyikan klakson mobil. Remaja laki-laki mengambil senjata yang dibuang oleh pasukan keamanan dan menembakkannya ke udara.
Warga ibu kota yang bersuka ria memenuhi Lapangan Umayyah di pusat kota, tempat Kementerian Pertahanan berada. Para pria melepaskan tembakan perayaan ke udara dan beberapa orang mengibarkan bendera Suriah berbintang tiga yang sudah ada sebelum pemerintahan Assad, dan diadopsi oleh kaum revolusioner.
Warga juga menyerbu Istana Kepresidenan dan merobek potret presiden yang digulingkan. Baik tentara maupun polisi meninggalkan pos mereka dan melarikan diri. "Saya tidak tidur tadi malam, dan saya sengaja tidur sampai saya mendengar berita dia (Assad) terjatuh,” kata Mohammed Amer Al-Oulabi (44), yang bekerja di sektor kelistrikan.
“Dari Idlib ke Damaskus hanya butuh waktu beberapa hari bagi mereka (pasukan oposisi), alhamdulillah. Semoga Tuhan memberkati mereka, singa-singa heroik yang membuat kami bangga,” tambahnya.
Surat kabar Suriah al-Watan, dalam laporannya menulis: “Kita menghadapi era baru untuk Suriah. Kami bersyukur kepada Tuhan karena tidak menumpahkan darah lagi. Kami percaya dan percaya bahwa Suriah akan menjadi milik semua warga Suriah”.
Sementara sebuah pernyataan dari sekte Alawit, yang merupakan anggota Assad dan menjadi basis pendukungnya, menyerukan generasi muda Suriah untuk tenang, rasional dan bijaksana, serta tidak terseret ke dalam hal-hal yang memecah-belah persatuan negara.
Hingga saat ini keberadaan Assad masih mesterius. Sebelumnya pesawat yang diduga membawa Assad dilaporkan jatuh setelah hilang dari radar usai lepas landas dari ibu kota Damaskus.
Assad diduga hendak melarikan diri setelak kelompok oposisi menguasai ibu kota Suriah dan sejumlah wilayah strategis. Rami Abdurrahman dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan kepada AP bahwa Assad melakukan penerbangan pada hari Minggu dari Damaskus.
Seorang diplomat senior dari Uni Emirat Arab, yang merupakan orang dekat Assad, menolak berkomentar mengenai keberadaannya ketika ditanya oleh wartawan pada sebuah konferensi di Bahrain.
Sementara itu, Perdana Menteri Suriah Mohammed Ghazi Jalali dalam sebuah pernyataan video mengatakan bahwa pemerintah siap bekerja sama dengan oposisi dan menyerahkan fungsinya kepada pemerintahan transisi. Dalam video yang dibagikan di media oposisi Suriah itu juga menunjukkan sekelompok pria bersenjata mengawalnya keluar dari kantornya ke hotel Four Seasons.
Kepada jaringan berita Al Arabiya, Ghazi juga mengaku tidak mengetahui keberadan Assad. Dia mengatakan sudah putus kontak engan Assad sejak Sabtu malam.