Vatikan bersiap memulai proses pemilihan Paus (konklaf). Sinyal asap pertama hasil pemungutan suara konklaf kepausan akan keluar paling cepat pada Rabu malam pukul 24.00 WIB. Foto: Ilustrasi/BBC
JAKARTA, (ERAKINI) - Vatikan bersiap memulai proses pemilihan Paus baru (konklaf) pada Rabu (7/5/2025) malam. Sinyal asap pertama hasil pemungutan suara konklaf kepausan akan keluar dari cerobong Kapel Sistina paling cepat pukul sekitar pukul 24.00 WIB.
Dikutip dari BBC, konklaf, yang dalam bahasa Latin berarti ruangan terkunci, akan dimulai pada sore hari waktu Vatikan. Setiap kardinal terlebih dahulu mengambil sumpah kerahasiaan. Hanya kardinal berusia di bawah 80 tahun yang diizinkan memberikan suara dalam upacara ini.
Hasil pemungutan suara akan disampaikan kepada dunia luar melalui asap yang dilepaskan dari cerobong Kapel Sistina. Asap hitam menandakan belum tercapainya kesepakatan, sedangkan asap putih menandakan paus baru telah terpilih.
Selama konklaf, para kardinal tinggal di Casa de Santa Marta, wisma tamu lima lantai dekat Basilika Santo Petrus di Kota Vatikan. Gedung ini dibangun oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1996 khusus untuk menampung para kardinal selama konklaf, dan di sanalah Paus Fransiskus memutuskan tinggal setelah terpilih pada tahun 2013.
Paus baru akan ditentukan oleh 133 kardinal yang akan berkumpul dalam konklaf mulai pukul 16.30 waktu Vatikan di Kapel Sistina yang dibangun pada abad ke-15. Para kardinal yang semuanya berusia di bawah 80 tahun, akan melakukan diskusi, lalu memberikan suara untuk kandidat pilihan mereka hingga satu nama memperoleh dukungan dua pertiga dari jumlah keseluruhan.
Direktur Kantor Pers Takhta Suci Matteo Bruni mengatakan, para kardinal elektor akan memasuki kapel sekitar pukul 16.30 waktu Vatikan atau pukul 21.30 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan katekese oleh Kardinal Raniero Cantalamessa dan pengambilan sumpah oleh para kardinal untuk menjaga kerahasiaan dan integritas pemilihan.
Setelah itu baru pemungutan suara dimulai untuk mencari pengganti Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April lalu. Menurut Bruno, pemungutan suara bisa berlangsung hingga empat kali setiap hari. Sementara sinyal asap hanya akan keluar dua kali dalam sehari hingga Paus baru terpilih.
Sinyal asap pertama yang menunjukkan hasil pemungutan suara konklaf kepausan akan keluar dari cerobong Kapel Sistina pada Rabu malam paling cepat pukul 19.00 waktu Vatikan atau sekitar 24.00 WIB.
Pada Kamis (8/5) atau hari kedua konklaf, sinyal asap pertama bisa muncul sekitar tengah hari. Namun, jika Paus baru telah terpilih dalam pemungutan suara pertama, maka asap putih akan mengepul dari cerobong asap Kapel Sistina sekitar pukul 10.30 pagi (15.30 WIB).
Sinyal asap berikutnya tidak akan muncul hingga sekitar pukul 19.00 malam waktu Vatikan, kecuali jika pemungutan suara pada sore hari telah menentukan Paus baru, sinyal asap putih akan keluar sekitar pukul 17.30 sore (22.30 WIB).
Sinyal asap tersebut berasal dari surat suara hasil pemilihan para kardinal yang dibakar di tungku di Kapel Sistina. Ketika dibakar, surat suara itu akan dicampur bahan-bahan kimia sehingga menghasilkan asap hitam atau putih.
Kali ini konklaf diprediksi akan ketat. Dimana 80% dari para kardinal tersebut ditunjuk langsung oleh Paus Fransiskus, dan sebagian besar dari mereka tidak hanya akan memilih paus untuk pertama kalinya, tetapi juga akan membawa perspektif global yang lebih luas.
Selain itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah, kurang dari setengah pemilik suara berasal dari Eropa. Meskipun mayoritas anggota kolegium ini adalah hasil penunjukan Fransiskus, mereka tidak sepenuhnya berasal dari kelompok "progresif" ataupun "tradisionalis".
Akankah para kardinal memilih paus dari Afrika, Asia, atau bahkan Amerika? Atau mungkinkah mereka lebih memilih sosok berpengalaman dari dalam administrasi Vatikan?