WHO: 1.000 Lebih Pasien Meninggal saat Menanti Evakuasi Medis di Gaza
Akhmad Baihaqi Arsyad
JENEWA, (ERAKINI) - Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza kembali menampakkan wajah paling kelamnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap bahwa lebih dari 1.000 pasien meninggal dunia hanya karena tidak sempat dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis yang layak, di tengah perang dan blokade yang berkepanjangan.
Melansir Arab News, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan bahwa sejak konflik pecah lebih dari dua tahun lalu, badan PBB bersama para mitranya telah berhasil mengevakuasi lebih dari 10.600 pasien dalam kondisi kritis, termasuk sekitar 5.600 anak-anak, keluar dari Gaza. Namun upaya tersebut dinilai masih jauh dari cukup dibandingkan besarnya kebutuhan di lapangan.
“Masih sangat banyak pasien di Gaza yang menunggu evakuasi untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak,” ujar Tedros dalam pernyataannya di media sosial X, Jumat.
Mengacu pada data Kementerian Kesehatan Gaza, Tedros menyebutkan bahwa sedikitnya 1.092 pasien wafat saat menunggu evakuasi medis darurat dalam rentang waktu Juli 2024 hingga 28 November 2025. Ia menegaskan bahwa angka tersebut kemungkinan besar belum mencerminkan kondisi sebenarnya.
“Jumlah ini hampir pasti lebih rendah dari kenyataan,” tegasnya, sembari menyerukan agar lebih banyak negara membuka pintu bagi pasien Gaza dan mendesak pemulihan jalur evakuasi medis ke Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. “Nyawa manusia bergantung pada langkah ini,” katanya menambahkan.

















