Fakta-Fakta tentang Program Nuklir Iran di Tengah Kecamuk Perang dengan Israel
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Perang antara Israel dengan Iran saat ini makin memanas. Puluhan orang telah tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan-serangan udara termasuk rudal yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Situs nuklir Iran juga telah menjadi sasaran serangan Israel.
Bagaimana sebenarnya perjalanan program nuklir Iran?
Berikut ini sejumlah hal yang bisa diketahui tentang nuklir Iran!
Perjalanan nuklir Iran dimulai dengan dukungan Amerika. Pada tahun 1957, Amerika Serikat membantu meluncurkan program energi atom Iran di bawah inisiatif "Atom untuk Perdamaian" Presiden Eisenhower, saat kedua negara tersebut masih bersekutu. Pada tahun 1970-an, Iran tengah mengerjakan reaktor nuklir dengan bantuan AS dan Eropa, tetapi kemitraan itu runtuh setelah Revolusi Islam 1979.
Sejak saat itu, AS telah mengamati dengan waspada saat Iran mengejar kemampuan nuklir, sebagian besar secara rahasia. Situs Natanz telah menjadi titik fokus perhatian itu. Pada awal tahun 2000-an, situs itu terungkap sebagai bagian dari jaringan situs nuklir rahasia yang gagal diungkapkan Iran kepada inspektur internasional.
Iran bersikeras bahwa program nuklirnya bersifat damai, ditujukan untuk produksi energi dan penelitian medis. Iran juga merupakan pihak dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir PBB, yang mewajibkan para anggotanya untuk tidak mengembangkan nuklir. Namun, lembaga pengawas internasional telah memperingatkan tentang pengayaan uranium negara tersebut hingga ke tingkat yang jauh melampaui penggunaan sipil dan penyembunyian fasilitas-fasilitas utama.


















