LONDON, (ERAKINI) - Jika gencatan senjata dengan Hamas tidak tercapai dalam beberapa hari mendatang, Israel berencana untuk memaksa warga Palestina di Gaza ke 3 zona keamanan yang dipisahkan oleh 4 wilayah yang diduduki militer.
Peta rencana tersebut dibocorkan oleh para diplomat dan dilihat oleh Sunday Times. Peta tersebut menunjukkan empat zona militer Israel di utara, tengah, dan selatan Jalur Gaza, dengan tiga wilayah sipil di antaranya.
Diketahui bahwa warga sipil akan dilarang bepergian di antara setiap wilayah tanpa izin, sementara barang-barang akan menjalani pemeriksaan keamanan.
Perusahaan distribusi kemanusiaan mengatakan pembatasan tersebut akan memisahkan warga Palestina dari tanah dan rumah mereka, dan mencegah mereka bergerak di seluruh wilayah kantong tersebut.
Seorang juru bicara militer Israel menolak untuk mengonfirmasi atau membantah rencana tersebut — yang berjudul "Tahap ketiga: pengambilalihan penuh Gaza" — ketika ditanya oleh Sunday Times.
Menurut rencana tersebut, koridor militer akan dibangun di utara Khan Younis, yang meniru Koridor Netzarim yang ada di selatan Kota Gaza.
Sumber mengatakan buldoser Israel akan mulai mengosongkan lahan dari wilayah tersebut sebelum pembangunan dimulai. Koridor tersebut akan memisahkan wilayah sipil di utara Rafah dan selatan Koridor Netzarim.
Militer Israel juga akan memperluas zona penyangga antara Israel dan Gaza, dengan peta yang bocor menunjukkan perimeter besar di sekitar seluruh wilayah kantong tersebut.
Pembentukan zona militer baru di pusat Gaza, serta zona penyangga yang diperluas, akan memakan waktu setidaknya tiga minggu. Ini adalah bagian dari tahap pertama strategi jangka panjang Israel untuk menaklukkan Gaza.
Peta yang bocor itu juga menunjukkan sekitar selusin lokasi di dalam wilayah sipil baru, yang diyakini sebagai lokasi pusat distribusi kemanusiaan baru.
Peluncuran model kemanusiaan baru itu merupakan bagian dari rencana Israel yang dikecam luas untuk mengabaikan PBB dan lembaga amal, serta menggunakan perusahaan swasta untuk menyalurkan bantuan.
Sejak Maret, Israel telah memberlakukan blokade total terhadap masuknya barang-barang kemanusiaan ke Gaza.