Pertukaran Terbaru, Hamas Serahkan 3 Sandera, Israel Bebaskan 183 Tahanan Palestina
Akhmad Baihaqi Arsyad







Sebagaimana dilansir dari Arab News, Minggu (2/2/2025), ketiga sandera Israel yaitu, Ofer Kalderon, seorang berkewarganegaraan ganda Perancis-Israel, Yarden Bibas yang diserahkan kepada pejabat Palang Merah di kota Khan Younis di Gaza selatan sebelum dipindahkan ke Israel dan Keith Siegel warga Israel-Amerika yang diserahkan secara terpisah di pelabuhan Kota Gaza.
Beberapa jam kemudian, 183 tahanan Palestina dibebaskan sebagai pertukaran. Di antara mereka, 150 orang tiba di Gaza sementara 32 orang turun dari bus di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, di mana mereka disambut oleh banyak orang. Satu tahanan yang dibebaskan akan diasingkan ke Mesir, menurut kantor media tahanan Hamas.
“Saya merasakan kegembiraan meskipun kami menjalani perjalanan penuh penderitaan dan kesulitan,” kata Ali Al-Barghouti, yang menjalani dua hukuman seumur hidup di penjara Israel dikutip dari Arab News, Minggu (2/2/2025).
“Hukuman seumur hidup telah dilanggar dan pendudukan suatu hari nanti akan dipatahkan,” tambah Barghouti, ketika orang-orang di sekitar dia di Ramallah meneriakkan “Allah Akbar (Tuhan Yang Maha Besar).”
Di Israel, massa berkumpul di lokasi di Tel Aviv yang dikenal sebagai Hostage Square untuk menyaksikan pembebasan sandera Israel di pagi hari melalui layar raksasa di luar ruangan, bercampur dengan sorak-sorai dan tepuk tangan dengan air mata saat ketiga pria tersebut muncul.
Kalderon, yang kedua anaknya Erez dan Sahar dibebaskan dalam pertukaran sandera pertama pada November 2023, dan Bibas keduanya sempat naik panggung di Khan Younis, di depan poster tokoh Hamas termasuk Mohammad Deif, mantan komandan militer yang kematiannya dikonfirmasi oleh Hamas minggu ini, sebelum diserahkan kepada pejabat Palang Merah.
“Ofer Kalderon bebas! Kami berbagi kelegaan dan kegembiraan yang luar biasa dengan orang-orang yang dicintainya setelah 483 hari berada di neraka yang tak terbayangkan,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sebuah pernyataan.
Penyerahan pada hari Sabtu tidak memperlihatkan kekacauan seperti yang terjadi pada penyerahan sebelumnya pada hari Kamis, ketika penjaga Hamas berjuang untuk melindungi sandera dari kerumunan massa di Gaza.
Namun, hal ini sekali lagi merupakan kesempatan untuk unjuk kekuatan oleh pejuang Hamas berseragam yang berparade di daerah tempat serah terima berlangsung sebagai tanda kembalinya dominasi mereka di Gaza meskipun menderita kerugian besar dalam perang tersebut.
