Rudal balistik jarak jauh Khorramshahr-4 milik Iran terpantau di antara aset operasional yang dikerahkan saat pembukaan terbaru fasilitas rudal baru yang dioperasikan oleh IRGC. Foto: Ilustrasi/Fars News
TEHERAN, (ERAKINI) —Iran menebar ancaman serius di tengah semakin memanasnya hubungan dengan (). paling canggih, , dilaporkan berada di fasilitas rahasia bawah tanah yang diresmikan pada Rabu (4/2/2026).
Kantor berita resmi Iran, Fars, Kamis (5/2/2026), melaporkan, rudal balistik jarak jauh Khorramshahr-4 termasuk di antara aset operasional yang dikerahkan saat peresmian fasilitas rudal baru yang dioperasikan oleh Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC).
Kemunculan Khorramshahr-4 di fasilitas tersebut menegaskan upaya Iran dalam memperkuat kemampuan pertahanan dan daya tangkal strategisnya di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS.
Rudal yang juga dijuluki “Kheibar” ini dikategorikan sebagai sistem balistik jarak menengah hingga jauh, dengan estimasi jangkauan operasional sekitar 2.000 km.
Secara teknis, Khorramshahr-4 memiliki panjang sekitar 13 meter, diameter kurang lebih 1,5 meter, serta bobot peluncuran mencapai 30 ton. Rudal ini dilengkapi hulu ledak berat seberat sekitar 1.500 km dengan panjang mendekati 4 meter.
Hulu ledak tersebut dinilai mampu membawa muatan bahan peledak berkekuatan tinggi lebih dari satu ton, menjadikannya salah satu konfigurasi hulu ledak terbesar yang pernah dikembangkan dalam program rudal Iran.
Perundingan Nuklir dengan AS
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araqchi telah bertolak dari Teheran menuju ibu kota Oman, Muscat, pada Kamis (5/2), menjelang perundingan nuklir dengan AS yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat ini.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, dalam unggahan di media sosial mengatakan bahwa pembahasan tersebut bertujuan mencapai kesepakatan yang adil, saling memuaskan, dan terhormat terkait isu nuklir.
Ia menambahkan, meski Iran menyadari pengalaman pahit di masa lalu, termasuk pelanggaran komitmen sebelumnya serta serangan pada Juni tahun lalu, negara itu memiliki tanggung jawab untuk tidak menyia-nyiakan setiap peluang memanfaatkan diplomasi demi mengamankan kepentingannya serta menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan kawasan.
Perundingan nuklir antara Teheran dan Washington dijadwalkan berlangsung di Oman. Menlu Iran diperkirakan memimpin delegasi Iran yang akan mencakup diplomat senior Majid Takht-Ravanchi dan Kazem Qaribabadi.
Adapun Amerika Serikat akan diwakili oleh Utusan Khusus Gedung Putih Steve Witkoff serta menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner. Pembicaraan akan digelar secara tidak langsung, dengan Oman bertindak sebagai mediator.
Format perundingan ini akan mencerminkan putaran-putaran sebelumnya yang berlangsung sebelum perang AS–Israel terhadap Iran pada Juni tahun lalu, yang menggagalkan proses diplomatik.