Search

Menlu Iran: Selat Hormuz Tidak Pernah Ditutup, Kapal Ragu Melintas karena Ketakutan Perusahaan Asuransi

TEHERAN, (ERAKINI) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka dan tidak pernah ditutup oleh Teheran, di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut Araqchi, gangguan terhadap lalu lintas pelayaran bukan disebabkan oleh negaranya, melainkan kekhawatiran perusahaan asuransi terhadap eskalasi perang di kawasan.

Melalui pernyataannya di platform X, Araqchi menyebut kapal-kapal kini ragu melintas karena risiko konflik, bukan karena adanya penutupan jalur strategis tersebut.

“Selat Hormuz tidak ditutup. Kapal-kapal ragu karena perusahaan asuransi takut pada perang yang Anda (AS dan Israel) mulai, bukan Iran,” ujarnya, dikutip kantor berita Tasnim, Senin (23/3/2026).

Ia juga menegaskan bahwa tekanan dan ancaman tambahan tidak akan memengaruhi Iran maupun pelaku industri asuransi. “Tidak ada perusahaan asuransi, dan tidak ada warga Iran yang akan gentar oleh ancaman lebih lanjut. Cobalah untuk menghormati,” katanya, merujuk pada AS dan Israel.

Araqchi menambahkan bahwa kebebasan navigasi tidak dapat dipisahkan dari kebebasan perdagangan. “Kebebasan navigasi tidak akan ada tanpa kebebasan perdagangan. Hormati keduanya, atau jangan harap mendapatkan keduanya,” tegasnya.

Serangan AS Masih Berlanjut
Memasuki pekan keempat, ketegangan masih terus meningkat. Terbaru, serangan udara yang dilaporkan dilakukan Amerika Serikat menghantam kawasan permukiman di Khorramabad, Iran barat, pada Senin (23/3) dini hari.

Insiden ini menewaskan sembilan warga sipil dan melukai puluhan lainnya. Ledakan terjadi sekitar pukul 00.30 waktu setempat, menyebabkan sejumlah rumah roboh dan warga terjebak di bawah reruntuhan.

Wilayah utara kota dilaporkan menjadi titik terdampak paling parah, dengan beberapa bangunan hancur total dan lainnya mengalami kerusakan berat, seperti dinding runtuh, kaca pecah, dan pintu terlepas.

Korban jiwa termasuk perempuan dan anak-anak yang ditemukan di bawah puing bangunan. Sedikitnya 43 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 33 orang mendapat perawatan jalan, sementara 10 lainnya dirawat di rumah sakit dalam kondisi stabil. Serangan tersebut juga menyebabkan pemadaman listrik di sebagian wilayah kota akibat kerusakan jaringan kabel.

Wali Kota Khorramabad, Dariush Barani Beiranvand, mengecam serangan tersebut sebagai aksi yang menyasar kawasan sipil murni tanpa adanya fasilitas militer. Ia menyebut enam rumah hancur total dan sejumlah bangunan di sekitarnya rusak parah.

Saat ini, tim penyelamat dan personel Bulan Sabit Merah masih melakukan pencarian dan evakuasi korban di lokasi kejadian. Pemerintah setempat juga mengimbau warga untuk menjauhi area terdampak guna memperlancar proses evakuasi serta akses kendaraan darurat.