Dua kapal tanker Pertamina batal melintas menyusul penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran. Kedua kapal saat ini masih berada di Teluk Arab.
Iran memperketat kontrol terhadap Selat Hormuz, akses kembali dibatasi. Sementara Amerika Serikat (AS) didesak untuk menghentikan tuntutan berlebihan.
Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali ketat militer Iran, dan akan beroperasi seperti sebelumnya.
Harga minyak dunia merosot tajam usai Iran mengumumkan Selat Hormuz kembali sepenuhnya terbuka bagi kapal komersial.
Presiden AS Donald Trump tetap berlakukan blokade demi tekuk Iran meski Selat Hormuz sudah kembali dibuka.
Iran dikabarkan mengajukan proposal rahasia berisi skema baru yang berpotensi meredakan ketegangan di Selat Hormuz.
Blokade Selat Hormuz makin memanas. Kapal Perang Amerika Serikat (AS) cegat 2 kapal tanker yang mencoba tinggalkan Iran.
Sebuah kapal tanker yang masuk daftar sanksi AS karena terobos blokade, dilaporkan tetap melintasi Selat Hormuz pada Selasa (14/4/2026).
Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa pihaknya tak peduli apakah Iran mau kembali bernegosiasi atau tidak. Ancaman blokade Selat Hormuz kini memicu ketegangan global.
Angkatan Bersenjata Iran menyebut bahwa aksi Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz adalah pembajakan, ancaman perang kian nyata.
Ancaman blokade Presiden AS Donald Trump yang akan berlangsung pada Senin (13/4/2026) sore bikin kapal tanker ogah lewat Selat Hormuz.
Harga minyak dunia langsung melonjak tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana memblokade Selat Hormuz, Minggu (12/4/2026).
Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) untuk segera memblokade Selat Hormuz setelah perundingan damai dengan Iran di Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan.
Presiden AS, Donald Trump, menyebut bahwa Amerika Serikat bakal membuka Selat Hormuz dalam waktu singkat, namun juga mengakui bahwa misi itu tak mudah.
Selat Hormuz nyaris lumpuh, Iran kendalikan jalur minyak dunia. Krisis global makin memanas.