Jemaah haji Indonesia pendorongan terakhir dari Madinah, saat di Bir Ali. (Foto: Kemenag)
MADINAH, (ERAKINI) - Hari ini, Minggu (25/5/2025), layananjemaah haji Indonesia yang berangkat pada gelombang I di Madinah berakhir yang ditandai dengan keberangkatan delapan kelompok terbang (kloter) dengan 3.267 jemaah dari Kota Nabawi menuju Makkah Al-Mukarramah. Selanjutnya, jemaah akan terpusat di Baitul ‘Atieq.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah M. Luthfi Makki. Menurutnya, jemaah haji gelombang I diberangkatkan dari Tanah Air menuju Kota Madinah. Proses kedatangan jemaah berlangsung dari 2 – 17 Mei 2025. Setelah tinggal selama sembilan hari di Madinah, jemaah secara bertahap diberangkatkan menuju Makkah.
Seluruh jemaah, kata dia, telah diberangkatkan ke Makkah, kecuali yang masih menjalani perawatan. “Berdasarkan informasi dari KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) ada 35 jemaah yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, dan 4 jemaah dirawat di KKHI. Sekitar 12 orang akan diberangkatkan ke Makkah dengan mobil ambulans,” jelas Lufti Makki saat memantau pergerakan jemaah haji di Sektor Bir Ali, Minggu (25/5/2025).
Makki melanjutkan, usai proses pemberangkatan jemaah selesai, lanjut Makki, para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Madinah akan menyisir hotel dan area sekitar Masjid Nabawi untuk memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal.
Setelah itu, petugas akan diberangkatkan ke Makkah mulai 26 Mei 2025, untuk memperkuat layanan, utamanya menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Makki mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan, serta cukup istirahat dan makan selama di Makkah Al-Mukarramah. Pasalnya, cuaca Makkah juga sangat panas mencapai 41°C. “Bagi jamaah haji yang sudah berada di Makkah, agar menjaga kesehatan, jangan terlalu dipaksakan ke Masjidil Haram, karena cuaca juga sangat panas, apalagi ini sudah mau mendekati masa puncak haji. Dan ketika masa puncak, baik di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, itu kan pasti butuh tenaga yang luar biasa,” kata Makki.
Wakil Kadaker Madinah Khalilurrahman juga menyampaikan pesan senada. Dia mengimbau jemaah agar menjaga kesehatan, tetap bersama rombongan dan tidak terpisah, selalu membawa air minum dan semprotan air, membawa kartu Nusuk saat umrah wajib, dan tidak malu bertanya saat lupa arah jalan pulang, dengan memanfaatkan layanan pada 9 pos petugas haji Indonesia di area Masjidil Haram.
Dipastikan oleh Khalilurrahman bahwa seluruh jemaah yang sempat terpisah dari rombongan dan transit terlebih dahulu di Madinah, saat ini sudah berada di Makkah. Barang bawan mereka juga sudah diterima. Untuk jemaah yang masih dalam perawatan, akan diberangkatkan dengan ambulans dan difasilitasi untuk tetap bisa menjalani wukuf. “Jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan, mereka akan dimasukkan dalam safari wukuf, baik melalui KKHI maupun untuk lansia,” jelasnya.
Dengan berakhirnya fase pelayanan jemaah haji di Madinah, fokus kini bergeser ke Makkah dalam menyambut puncak ibadah haji. Pemerintah Indonesia melalui PPIH Arab Saudi berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman dan nyaman, dan meraih kemabruran.