JAKARTA, (ERAKINI) - Baru-baru ini Prancis sedang menghadapi serangan wabah kutu busuk yang mengerikan. Serangan wabah kutu busuk penyedot darah itu muncul di banyak titik pemukiman warga Prancis.
Bahkan, wabah kutu busuk yang menyerang itu telah memaksa sejumlah keluarga di Marseille yang merupakan kota terbesar kedua di untuk membuang kasur-kasur mereka ke jalan lantaran begitu banyaknya kutu busuk bersarang.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah warga yang berjalan melewati tumpukan kasur yang dibuang begitu saja di salah satu jalan di Marseille. Dalam rekaman video tersebut terlihat kutu busuk induk berukuran besar berwarna coklat kemerahan nampak berbaris dengan koloni anak-anaknya di perabotan dan kasur milik warga setempat.
Penduduk setempat bahkan mencoba memberikan peringatan kepada orang lain dengan menempelkan plakat bertuliskan 'kutu busuk' pada kasur-kasur yang telah dibuang, agar orang lain tidak mengambilnya.
Tidak hanya itu, berbagai perabotan rumah tangga lainnya juga nampak dikeluarkan dari rumah dan dibirakan menumpuk di jalan sekitar bangunan-bangunan di kota tersebut.
Kondisi ini memperlihatkan situasi genting dan tingkat kekhawatiran tinggi yang dirasakan oleh warga Marseille dalam menghadapi wabah kutu busuk yang semakin meluas.
Krisis ini telah menjadi masalah serius bagi Prancis, terutama karena negara ini bersiap-siap menjadi tuan rumah bagi sejumlah kompentensi yaitu Olimpiade Paris 2024 dan menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugbi akhir pekan ini.
Keberadaan kutu busuk ini telah menciptakan ketidaknyamanan bagi wisatawan dan penduduk setempat.
Dikabarkan oleh sejumlah media asing bahwa pejabat setempat melakukan rapat darurat pada Jumat terkait krisis yang diakibatkan kutu busuk, termasuk dengan ahli pengendalian hama.
Kebersihan lingkungan dan perlindungan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama bagi pemerintah Prancis dalam mengatasi wabah ini.
Menurut para ahli pengendalian hama, kutu busuk ini biasanya bersembunyi di kasur dan tempat tidur, suka memakan darah dan menggigit di malam hari. Kutu busuk dianggap sebagai salah satu hama pengganggu utama di dunia, inang utama kutu busuk adalah manusia,
Meskipun parasit dapat terinfeksi patogen manusia, belum ada penelitian ilmiah yang menemukan parasit tersebut menularkan penyakit. Kutu busuk betina dapat bertelur satu hingga lima telur sehari dan bisa bertelur 200 sampai 500 telur seumur hidupnya.
"Mereka bertahan hidup berbulan-bulan sambil menunggu makanan berikutnya," kata para ahli pengendalian hama.
Berbagai postingan viral terkait kutu busuk telah memicu keprihatinan dan kekhawatiran publik. Bahkan wabah kutu busuk yang saat ini mengancam Prancis telah menjadi fokus perhatian nasional dan internasional.
Para wisatawan kereta api, penonton bioskop, dan influencer AS di Paris yang menghadiri Paris Fashion Week ikut terkena gigitan serangga tersebut.
Anggota parlemen Mathilde Panot membawa botol yang disebut berisi kutu busuk ke parlemen. Dia mengatakan kepada Perdana Menteri Elisabeth Borne bahwa kutu busuk ada di mana-mana dan dia mengecam pemerintah karena tidak ada tindakan.
"Nyonya Perdana Menteri, serangga-serangga kecil ini menyebarkan keputusasaan di negara kita. Apakah kita perlu menunggu Matignon (kantor PM) dipenuhi kutu busuk sebelum Anda bertindak?" kata Panot.