Seorang Pelaut Tewas usai Kapal-kapal UEA diserang di Selat Hormuz, 8 Lainnya Terluka
Akhmad Baihaqi Arsyad
RIYADH, (ERAKINI) - Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali meningkat setelah sejumlah kapal milik Uni Emirat Arab (UEA) menjadi sasaran serangan di perairan wilayah Oman. Insiden tersebut menewaskan seorang awak kapal dan menyebabkan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.
Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataan resminya yang dirilis Selasa (14/7/2026) dini hari mengonfirmasi bahwa serangan terjadi terhadap kapal-kapal yang beroperasi di sekitar jalur pelayaran strategis tersebut.
"Serangan tersebut mengakibatkan tewasnya seorang awak kapal berkebangsaan India di atas kapal tanker Mombasa dan melukai delapan orang lainnya, termasuk empat orang yang mengalami luka serius," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan UEA.
Korban tewas diketahui merupakan warga negara India yang bertugas sebagai awak kapal tanker Mombasa. Sementara itu, delapan korban luka terdiri atas enam warga negara India dan dua warga negara Ukraina. Empat di antaranya dilaporkan mengalami cedera berat dan saat ini menjalani penanganan medis.
Pemerintah UEA mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang mengancam keamanan kawasan serta melanggar norma hukum internasional. "Ini merupakan pelanggaran serius dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional yang mengancam keamanan serta stabilitas kawasan," tegas kementerian tersebut.
UEA juga menegaskan bahwa pihaknya memiliki hak untuk mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu sebagai respons terhadap eskalasi yang terjadi. "UEA memiliki hak penuh untuk merespons eskalasi ini dan mengambil segala langkah yang diperlukan guna melindungi wilayah, warga negara, serta penduduknya, dengan cara yang menjaga kedaulatan, keamanan, dan stabilitas, serta melindungi kepentingan nasionalnya," lanjut pernyataan itu.
Hingga saat ini, otoritas UEA belum mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, insiden itu menambah daftar panjang ketegangan yang terjadi di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia yang menjadi lintasan utama distribusi energi global.
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan seluruh unsur pertahanan negara kini berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi kemungkinan perkembangan situasi berikutnya. "Kami tetap berada pada tingkat kesiagaan tertinggi dan akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk memberikan respons yang tegas," ujar kementerian.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas keamanan di kawasan Teluk dan keselamatan pelayaran internasional. Mengingat Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan minyak dunia, setiap eskalasi konflik di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi rantai pasok energi global serta meningkatkan ketidakpastian geopolitik internasional.
















