PBB Peringatkan Krisis Pangan Masih Mengancam Warga Palestina
Akhmad Baihaqi Arsyad
JENEWA, (ERAKINI) - Persediaan makanan yang memasuki Jalur Gaza memang meningkat sejak diberlakukannya gencatan senjata pada Oktober lalu. Namun, PBB menegaskan bahwa kondisi tersebut masih jauh dari cukup untuk menjawab jeritan kemanusiaan rakyat Palestina yang telah bertahun-tahun hidup di bawah blokade dan perang.
Program Pangan Dunia (WFP) menyampaikan bahwa aliran bantuan pangan kini lebih lancar dibandingkan masa sebelum jeda tembakan, tetapi kebutuhan jutaan warga Palestina tetap jauh dari terpenuhi.
“Kondisinya memang sedikit lebih baik, tetapi perjuangan kita masih panjang. Bantuan yang konsisten sangat diperlukan agar keluarga di Gaza dapat memulihkan kesehatan, gizi, dan kehidupan mereka,” ujar juru bicara WFP, Martin Penner, dalam konferensi pers dari Gaza melalui sambungan video.
Gaza Masih Kelaparan di Tengah Gencatan Senjata
Menurut WFP, ratusan ribu penduduk Gaza tetap berada dalam kondisi sangat rawan pangan. Bahkan, laporan pemantau pangan global pada Agustus lalu memperingatkan bahwa lebih dari setengah juta warga Gaza hidup dalam kondisi kelaparan ekstrem, sebuah tragedi yang terus berulang akibat blokade panjang dan kehancuran infrastruktur selama perang.
Hujan deras yang menghantam Gaza pada awal pekan ini memperparah situasi. Air bah merusak dan menyeret sebagian stok makanan yang berhasil disimpan warga di tengah keterbatasan. “Ini adalah gambaran tantangan besar yang dihadapi keluarga-keluarga ketika musim dingin tiba,” ujar Abeer Etefa, juru bicara senior WFP.


















