Israel Terus Gempur Gaza, Inggris dan Sekutu Desak Aksi Nyata Atasi Kelaparan
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Serangan udara Israel terus menggempur Kota Gaza di tengah peringatan Inggris, Uni Eropa, dan sekutunya soal kelaparan. Ratusan warga tewas dan bantuan terhambat.
Hamas melaporkan, kawasan permukiman Zeitoun dan Sabra telah dihantam bom dan serangan drone selama tiga hari terakhir, menyebabkan kehancuran besar pada rumah-rumah warga.
Juru bicara Mahmud Bassal mengatakan, warga sipil kesulitan mengevakuasi korban tewas dan luka karena serangan tidak kunjung berhenti. “Dengan setiap serangan, tanah bergetar. Ada syuhada di bawah reruntuhan yang tidak dapat dijangkau siapa pun,” ujarnya, dilansir BBC, Selasa (12/8/2025).
Di tengah situasi ini, Inggris, Uni Eropa, Australia, Kanada, dan Jepang mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan “kelaparan sedang terjadi di depan mata” dan mendesak langkah “segera, permanen, dan nyata” untuk memastikan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Mereka juga meminta diakhirinya penggunaan kekuatan mematikan di sekitar lokasi distribusi bantuan dan konvoi truk, di mana PBB mencatat lebih dari 1.300 warga Palestina tewas, sebagian besar akibat serangan Israel.
Namun, Israel membantah adanya kelaparan di Gaza dan menuduh badan-badan PBB tidak mengambil bantuan di perbatasan untuk disalurkan.

















