Tambang Emas Tradisional Runtuh di Mali, 70 Orang Tewas
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Sedikitnya 70 orang tewas setelah terowongan tambang emas tradisional di Barat Daya Mali runtuh. Kecelakaan tambang ini terjadi pada Jumat pekan lalu di sebuah lokasi penambangan emas di Kota Kobadani wilayah Kolikouro.
Pejabat Senior Direktorat Geologi dan Pertambangan Nasional Mali Karim Bethe mengatakan, penyelidikan telah dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan tambang itu.
“Negara harus menertibkan sektor pertambangan rakyat ini untuk menghindari kecelakaan seperti ini di masa depan,” ujar Berthe dikutip dari Aljazeera, Kamis (25/1/2024).
Laporan menyebutkan sekitar 200 penambang emas sedang bekerja di lokasi ketika kecelakaan itu terjadi “Awalnya ada suara bising. Bumi mulai berguncang. Ada lebih dari 200 penambang emas di lokasi,” kata Oumar Sidibe, seorang pejabat penambang emas di Kota Barat Daya Kangaba.
Dikutip dari The Sun Daily, tambang ini biasanya ditutup pada musim hujan oleh pemerintah, karena risikonya sangat berbahaya .
Kementerian Pertambangan dalam pernyataannya menyebutkan terdapat beberapa orang yang tewas dan sangat menyesali kejadian itu. Pemerintah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan masyarakat Mali yang berduka.
Juru Bicara Kementerian Pertambangan Mali, Baye Coulibaly, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa penambang emas menggali tanpa memenuhi standar yang disyaratkan.


















